Elegi Anak-anak Korban Kemanusiaan Sampang

“Aku takut, karena orang-orang itu menyerang orang-orang Syiah lagi”. Begitulah redaksional tulisan tangan Mustofa, pada sebuah kertas berwarna merah berukuran kecil yang digantung pada sebuah ranting kering di pojok ruang penampungan pengungsi korban tragedi kemanusian Sampang. Mustofa adalah satu dari puluhan anak-anak Syiah yang kini hidup di tempat pengungsian di gedung olahraga (GOR) Wijaya Kusuma,…

Rate this:

Pesan Perdamaian dari Tragedi Sampang

Oleh Abd Aziz SAMPANG, KOMPAS.com–Shalat Jumat warga Syiah korban penyerangan kelompok anti-Syiah di Gedung Olahraga (GOR) Wijaya Kusuma, Sampang, Madura, menyampaikan pesan perdamaian dan pentingnya kerukunan sesama umat Islam. Pesan perdamaian itu damai disampaikan Ketua Dewan Syuro Ahlulbait Indonesia (Abi) Doktor Umar Shahab selaku khatib pada shalat Jumat (31/8). Dalam khutbahnya, Umar menjelaskan, musibah yang…

Rate this:

Menyemai Benih Perdamaian dari Tragedi Sampang (3)

Pascakonflik berdarah itu, berbagai pihak di lingkungan Pemkab Sampang, terus melakukan berbagai upaya pendekatan untuk meredam gejolak massa. Salah satunya seperti yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang). Lembaga ini terus berupaya melakukan pendekatan terhadap para ulama dan tokoh masyarakat setempat guna menyelesaikan konflik horizontal di wilayah itu. “Sampai saat ini, kami terus berupaya melakukan pendekatan…

Rate this:

Menyemai Benih Perdamaian dari Tragedi Sampang (2)

Tragedi kemanusiaan Sampang pada 26 Agustus 2012 itu bermula ketika beberapa orangtua pengikut ajaran Syiah hendak mengantar sekitar 20 anak Syiah menuntut ilmu di Yayasan Pondok Pesantren Islam (YAPI), Bangil, Pasuruan. Pada sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum keluar dari gerbang Desa Karang Gayam, rombongan pengantar dihadang oleh sekitar 30 orang bersepeda motor. Massa melengkapi dirinya…

Rate this:

Menyemai Benih Perdamaian dari Tragedi Sampang (1)

Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur, 26 Agustus 2012. Satu orang tewas dan enam orang lainnya luka-luka serta sebanyak 47 rumah pengikut aliran Islam Syiah ludes dibakar massa penyerang. Tidak hanya itu, sedikitnya 282 warga Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, harus dievakuasi. Kini, mereka terpaksa…

Rate this: