Setelah Menang, Ketua DPW APSI Jatim Sebut Gugatan Warga di Pengadilan Negeri Sampang Tak Berdasar

oleh -
Foto : Klien Sulaisi (Ketua DPW APSI JATIM) no dua dari kiri

Maduraku.com, Sampang. Pada tanggal 19 Agustus 2019 seorang wartawan dari Jatimpos.co Sampang menulis berita dengan tajuk “PT. Axis Telekom dan Sekdes Aeng Sareh Digugat”, tanpa konfirmasi kepada Tergugat atau kuasanya.

Dalam berita itu ditulis “Tomo sebagai pihak penggugat, mengaku sebagai pemilik tanah dengan bukti Surat Sertifikat tanah. Ia mengaku kaget, karena luas tanahnya berkurang sebesar 676 M2 saat diukur oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) beberapa waktu silam.”

Lalu dilanjutkan dengan narasi begini, “dari luas tanah miliknya diketahui sebagian lokasi tanahnya dibangun sebuah rumah, dan sebidang tower milik PT Axis Telekom yang diakui membeli dan memiliki izin menempati dari Abdul Muhyi, seorang sekdes Aeng Sare Sampang.”

Sulaisi Abdurrazaq, Ketua DPW APSI Jatim, yang juga sebagai Kuasa Hukum Tergugat-I (Abdul Muhyi) menyayangkan pemberitaan dengan framing seolah-olah Tergugat bersalah dalam perkara perdata No. 11/Pdt.G/2019/PN Sampang yang diajukan Tomo dan kawan-kawan, padahal waktu itu belum terbukti dalam persidangan.

“Setiap orang punya hak untuk menggugat, tetapi harus berdasar fakta hukum, jangan dibuat-buat, karena hal itu beresiko hukum.” Kata Sulaisi pada awak Media.

Terdapat kesalahan fatal dalam pemberitaan itu, pertama, Tomo menyebutkan ada sertifikat, padahal itu bohong, Tomo melalui kuasanya, H. Arifin Sahibu, SH.,M.Hum & Timotius Aprianto, SH., (advokat dari Surabaya-Red.) tidak mengajukan alat bukti sertipikat, yang diajukan Petok D.” cetus Sulaisi kesal.

Kesalahan kedua dalam berita itu dikatakan tanah objek sengketa dibangun sebuah rumah, seolah-olah itu kerjaan klien kami, hal itu bohong, yang seperti ini kan malapetaka bagi publik, kepala kita diisi informasi hoax terus menerus, tidak ada bangunan rumah di atas tanah itu, yang seperti ini bisa saja kami pidanakan, karena telah disebar lewat media sosial, bisa kena ITE tuh”, kata Sulaisi dengan serius.

Faktanya eksepsi kan kami dikabulkan majelis, dan perkara ini kami yang menangkan. Lalu kemana tu wartawan yang membuat framing macem-macem, kenapa tidak mereka beritakan bahwa gugatan Tomo kalah.” ketus Sulaisi dengan nada bertanya.

Untuk diketahui, perkara No. 11 Pdt.G/2019/PN.Spg atas nama Para Penggugat Tomo, dkk melawan Abdul Muhyi, PT. Axis Telekom dan Sinal P. Yat telah diputus Niet Onvankelijk Verklaard atau Tidak Dapat Diterima karena berdasarkan eksepsi Tergugat bahwa gugatan tersebut dinyatakan plurium litis consortium atau kurang pihak. (*)

(Maduraku.com)