Pasien Ingin Periksa Gigi Ke Puskesmas Guluk-Guluk, Malah Dicabut Dan Berujung Harus Diopname

oleh -
Foto: Pasien (H L) Sedang di Opname

Maduraku.com, Pasien berinisial (H. L) Laki-Laki umur 50 an asal Desa Baragung Dusun Mingsoi Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Jawa Timur, ingin periksa gigi ke puskesmas Guluk-Guluk pada 05/02/2019 lalu, namun Perawat yang menemuinya malah memberi suntikan dan mencabutnya hingga berujung harus masuk Unit Gawat Darurat (UGD) untuk menjalani perawatan lanjutan

Sebelum ada tindakan dicabut, pasien telah menyampaikan bahwa sebelumnya ia pernah periksa Gigi ke Puskesmas sebelah dan tidak dicabut Giginya dengan alasan kawatir terjadi inveksi

“Sebelumnya sudah disampaikan pada (Pak Alwi, Perawat poli Gigi), bahwa di puskesmas sebelah takut untuk mencabut Giginya karena kawatir terjadi Inveksi, tapi Pak Alwi tetap mencabutnya” kata Holilurrohman kuluarga psien 06/02/2020

Atas tindakan dari oknum perawat tersebut pasien dari mulutnya keluar darah dan nanah hingga pasien tersebut pingsan (tidak sadarkan diri), dan perawat yang bersangkutan langsung meninggalkan pasien setelah memberikan resep Obat

“Pas, nenekku disuruh beli obat, setelah diketahui bahwa giginya keluar darah dan nanah, setelah itu Pak Alwi langsung pergi” tambah keluarga pasien

Pasien tersebut tidak kuat menahan Rasa sakit yang dideritanya hingg tidak sadarkan diri dan ahirnya dibawa ke UGD untuk dilakukan tindakan lanjutan
Atas keluhan pasien tersebut sikap Pak Alwi sapaan akrabnya, bahwa yang dilakukannya sesuai dengan prosedur yang ada

Dan setelah dilakukan pencabutan, diakui bahwa pasien memang mengeluarkan darah dan nanah akibat inveksi

“setelah saya cabut yang keluar darah dan nanah” kata Pak Alwi sapaan akrabnya 07/02/2020

Setelah dilakukan tindakan tersebut, perawat yang bersangkutan pergi, dengan dalih ada rapat

Setelah itu saya dipanggil untuk rapat” tambahnya

Bahkan Alwi tidak tahu menahu bahwa pasiennya tersebut masuk UGD,

Saya tidak tahu kalo pasien masuk UGD” tuturnya saat dikonfirmasi 07/02/2020

Sementara itu Kepala Puskesmas Guluk-Guluk telah memanggil Oknum perawat tersebut dan telah dilakukan pembinaan

yang bersangkutan sudah saya panggil dan dilakukan pembinaan” kata Baharuddin Mutheri Kepala Puskesmas Guluk-Guluk melalui pesan selulernya pada 06/02/2019

Kepala Puskesmas Guluk-Guluk menyarankan agar jika ada pengaduan diharapkan untuk mendatangi pusat aduan di Puskesmas atau bisa menemui Kepala Puskesamas langsung. (MADURAKU.COM)