Rekrutmen PPK, KPU Sumenep Loloskan 10 Besar Peserta Yang tercatat Sebagai Calon Legislatif Di 2019 Lalu

oleh -
Foto : Kelulusan 10 Besar dan DCT.

Maduraku.com. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep dinilai tidak profesional dalam meneliti berkas adminidtrasi pada pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020

Pasalnya, hasil pengumuman tes tulis peserta bernama Moh. Madani lulus 10 besar dengan no tes 557 dari Kecamatan Manding, Sebagaimana pengumuman kelulusan KPU tertanggal 3 Pebruari 2020 dengan keputusan Nomor : 108/pp.04.-2-Pu/3529/KPU-Kab/II/2020

Padahal sebelumnya yang bersangkutan diduga terdaftar sebagai Calon Legislatif pada pemilhan Umum tahun 2019, dari partai Hanura no Urut 4 pada pemilihan Kabupaten Sumenep Daerah Pemilihan 1 (Dapil 1) sebagaimana diumumkannya KPU Nomor: 828/PL.01.4-PU/3529/KPU-Kab/IX/2018 tentang Daftar Calon Tetap 2018 lalu

Terkait dengan rekrutmen tersebut, KPU menilai secara adminidtrasi tidak ada kendala dan sudah dinyatakan lengkap dan tidak ada indikasi pengurus Partai Politik

Sebagaimana kata Rafiqi komesioner KPU Divisi SDM dan Pertisipasi Masyarakat mengatakan ” pada saat mendaftar berkas lengkap dan tidak ada indikasi pengurus Parpol” 04/02/2019

Pihaknya akan mencoret peserta yang diketahui dikemudian hari apabila yang bersangkutan terdaftar sebagai Calon Legislatif (CALEG)

jika kemudian diketahui sebagai Caleg, maka otomatis gugur dan akan dicoret, ini pentingnya tanggapan dari masyarakat” Tambah Komesioner KPU melalui sambungan selulernya

Menanggapi hal tersebut Holidi dari Garda Advokasi dan Supremasi Hukum Indonesia (Gashindo) menilai bahwa KPU Sumenep tidak profesional dalam meneliti berkas adminidtrasi

Menurutnya yang tertera pada pengumuman rekrutmen PPK bulan Januari Lalu bahwa poin no 7 teruliskan ” tidak menjadi anggota partai politik yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah, atau paling singkat dalam jangka waktu lima tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus politik yang bersangkutan” tutur Holidi. 04/02/2019

Jadi secara Adminidtrasi peserta yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan Adminidtrasi, anehnya yang bersangkutan dinyatakan Lulus Adminidtrasi bahkan masuk 10 besar dari 24 pendaftar di Kec. Manding, dan saya menduga ada main mata antara KPU dan Peserta” tutup Holidi

Menanggapi hal itu pihak Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Sumenep akan menelusuri atas kejadian tersebut dan jika terbukti aktif di PARPOL akan merekomendasikan untuk tidak diloloskan menjadi PPK

Sedang ditelusuri kebenarannya, Jika benar aktif di partai, Kita rekomendasikan untuk tidak diloloskan jadi PPK” kata Anwar Noris Ketua Bawaslu Sumenep. 04/02/2019 (MADURAKU.COM)