MEROKOK HARAM..! Lawan, atau harus Bertahan…?!!

oleh -
Foto: Baihaki. Diambil dari Profil Medsosnya

Maduraku.com, Cukup menghentak tulisan mas sobari. hasil riset, bahwa rokok merugikan kesehatan adalah bgian dari “Konspirasi Global” dalam upaya menancapkan hegemoni kapitalis yg sengaja dihembuskan agar bangsa (kaum perokok) senantiasa menjauhkan diri dari beberapa kekayaan alam yang dimilikinya seperti remapah-rempah.

Indonesia sebagai negara penghasil rempah-rempah yang melimpah seperti cengkeh dan lain-lain, adalah bagian dari incaran dan sasaran empuk negara-negara maju yang secara eksplisit ingin mengusai itu, cengkeh contohnya. Upaya sistematis ini dilakukan secara massif dengan dalih mengganggu “Kesehatan”.

Indonesi sebagai penganut agama yg diduga penduduknya sangat kuat dalam menjalankan nilai-nilainya tentu juga akan menjadi bidikan khusus untuk menancapkan rasa kumaruk dan keserakahannya. Karena melalui lembaga keagamaan dimaksud ekspektasi mereka akan dengan efektif dapat tercapai. Alih-alih dlm rokok itu selain ada nekotin juga terdapat “cengkeh” sebagai campuran.

Bila larangan ini dilaksanakan secara sistematis maka harga cengkeh akan menurun dan masyarakat Indonesia semakin tidak cinta lagi akan keberadaan dan kekayaan alam yang dimilikinya. Walhasil, summit attack_nya indonesia akan terkepung disektor perkebunan dan pertanian wabilkhusus cengkeh indonesia akan dibeli dengan harga murah.

Bila dirunut dari konstruksi pemikiran diatas, memang ada benarnya juga, terlebih hasil riset dimksud ditarik pada kontek “kesehatan ekonomi nasional” tentu dan pasti terganngu, karena bila kaum perokok sudah berkurang aplagi jadi aksi mogok nasional untuk tidak merokok maka hemat saya sanad berfikirnya akan menjadi mutawatir dan akan dengan cepat menjadi kenyataan.

Lantas, haruskah kita melanjutkan merokok.? Bila jawabannya iya, dengan bertahan menjadi perokok aktif berarti telah ikut berpartisipasi menumbuhkan kesehatan ekonomi nasional. Bukankah omzet rokok adalah paling besar? Berapa persen masukannya untuk APBN kita…? Sebaliknya bila kaum perokok larut dalam narasi dan pemikiran merokok dapat mengganggu, piure kesehatan jasmani, dengan terpaksa berhenti merokok. Maka berarti telah ikut menyokong gerakan new kolonealisme yg justru akan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian negara secara perlahan.

Mohon maaf, sama sekali tidak ada niatan untuk mengajak memperkukuh tradisi merokok. Hanya sebagai refleksi untuk mengurai pemikiran sebagai sumbangsih ide bagi para ahli hisap, (perokok).

Penulis, oleh Ach. Baihaki