Penambahan Dua Armada Kapal Rute Penyeberangan Kalianget – Talango, Masih Belum Terealisasi

oleh -
Foto ; Mohammad Toyyib

Maduraku.com. Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, tentang penambahan dua armada kapal atau tongkang yang melayani rute penyeberangan Kalianget – Talango sampai saat ini awal tahun 2020 masih belum terealisasi.

Penambahan dua armada kapal jenis tongkang yang dicanangkan pada awal Desember 2019 tersebut, disinyalir sebelumnya untuk mengurai kemacetan dan sering membludaknya antrian para penumpang yang dikeluhkan oleh masyarakat khususnya Talango. Jadi, diharapkan dengan adanya penambahan kapal dan armada baru itu bisa memberikan solusi terhadap kemacetan yang kerap kali terjadi dipelabuhan penyeberangan Kalianget – Talango.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, melalui Kabid Angkutan dan Sarana Mohammad Tayyib, pihaknya membenarkan bahwa akan ada penambahan dua armada kapal baru. Namun, pihaknya juga menyampaikan bahwa penambahan dua armada kapal baru tersebut saat ini dilakukan oleh CV. KARJON dan PT. SUMEKAR (salah satu BUMD di Sumenep), yang hingga saat ini memang masih belum terealisasi.

“Untuk dioperasikan di Kalianget – Talango, CV. Karjon. Konfirmasinya ke CV. Karjon itu, akan selesai sebelum lebaran nanti. Kemudian satunya itu, PT. Sumekar yang bangun, dan awal tahun ini insyaallah selesai, perkiraan saya Februari,” ungkap Mohammad Toyyib saat dimintai keterangannya oleh media maduraku.com, Senin (06/01/2019).

Lebih lanjut disatu sisi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep Akis Jasuli, politisi yang getol menyuarakan kemacetan penyeberangan Kalianget – Talango. Dirinya mengutarakan, kemacetan yang terjadi dipelabuhan Talango sudah lama terjadi dan sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Maka pemerintah daerah wajib untuk meresponnya.

“Maka saya berharap, kejadian dan peristiwa semacam itu wajib direspon melalui anggaran dan kebijakan di Kabupaten Sumenep,” pungkas Akis. (Di/MADURAKU.COM)