HaMas Jenguk Bocah Penderita Limfangioma

oleh -

MADURAKU.COM – Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan Haji Maskur Rasyid alias HaMas, Senin (23/12/2019) sore menjenguk bocah penderita Limfangioma Nur Anisa Maharani di Jalan Bazar, Kelurahan Jungcangcang Pamekasan.

Ia datang ke rumah “Rani” sapaan akrab anak dari pasangan suami istri Abdur Rauf dan Khoirotun Nisa ini bersama staf pribadinya guna melihat secara langsung kondisi bocah mengalami pembengkakan di bagian paha hingga betis kirinya ini.

“Semoga Allah akan memberi jalan untuk kesembuhan anak ini,” ucap politikus muda ini saat melihat secara langsung bocah ini.

Sesaat ia nampak tertegun, dan seolah kelu untuk menyampaikan kata-kata. Sesekali bocah polos ini melihat ke legislator muda ini, tapi lalu pandangannya terpusat kepada orang tuanya.

Sudah tujuh bulan berlangsung, “Rani” mengalami bengkak di kaki kirinya. Oleh dokter, bayi lucu bernama lengkap Nur Anisa Maharani itu didiagnosis menderita Limfangioma.

Penyakit sejenis tumor itu sudah mendera tubuh “Rani” sejak lahir, pada Mei 2019. Buah hati dari pasangan Khoirotun Nisa (22) dan Abdur Rauf (22), warga Jalan Basar, Kelurahan Jungcangcang, Kabupatelnen Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hanya bisa menangis saat merasakan sakit dari penyakit yang dideritanya itu.

“Kalau sakit lagi kambuh, nangisnya seperti orang kesurupan, histeris begitu,” kata orang tua Rani, Khoirotun Nisa.

Perempuan ini mengaku berbagai upaya telah dilakukan untuk kesembuhan anak pertamanya itu, termasuk membawa bayinya ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. “Selama ini diperiksa di RS Soetomo,” ucapnya.

Namun diakui, tidak tampak perubahan signifikan pada penyakit Rani. Menurutnya, selama diperiksa di RS Soetomo bayinya hanya diberi obat penghilang rasa nyeri. Sementara tindakan operasi belum ada kepastian dari pihak rumah sakit.

“Dari sana ia cuma dikasih obat terus, tapi tidak ada perubahan dan tetap saja seperti ini,” ucap Nisa.

Di satu sisi, pihak keluarga merasa khawatir penyakit yang dialami Rani menyebar ke organ tubuh lainnya yang bisa mengancam nyawanya jika tidak segera dioperasi.

“Janjinya usia enam bulan mau dioperasi, tapi tidak dioperasi. Setelah itu kami harus menunggu lagi sampai bulan Februari 2020, untuk tindakan operasi. Itu pun belum pasti,” kata salah satu anggota keluarga lainnya, Irul.

“Harusnya (sudah) dioperasi, tapi kenapa tidak dioperasi-operasi, apakah karena (kami) pasien BPJS,” ucap Irul, mempertanyakan.

Kondisi ekonomi keluarga Rani juga butuh perhatian semua pihak. Sang suami hanya bekerja sebagai tukang parkir di Rumah Sakit Paru Pamekasan.

“Kami bawa kontrol ke RS Soetomo sebulan sekali. Kalau awal-awalnya setiap minggu. Kadang-kadang setengah bulan sekali. Kami juga konsultasi pengobatan-pengobatan di luaran. Sangat kasihan kalau sudah penyakitnya kambuh,” tuturnya.

Khoirotun Nisa menikah dengan Abdur Rauf pada 2018. Pernikahannya pun dikarunia buah hati bernama Nur Anisa Maharani, yang saat ini berjuang melawan penyakit Limfangioma.

HaMas memang bukan satu-satunya anggota DPRD Pamekasan yang datang secara langsung ke rumah penderita penyakit limfangioma. Sebelumnya, sejumlah anggota komisi II DPRD Pamekasan juga datang menjenguk secara langsung kondisi bocah malang ini.

“Kita berharap, Rani ini bisa segera mendapatkan perawatan dan ada kepastian kapan bisa segera dioperasi,” ucap HaMas. (MADURAKU.COM)