Balita di Pamekasan Menderita Limfangioma Butuh Bantuan Dermawan

oleh -

MADURAKU.COM – Sudah tujuh bulan berlangsung, Rani mengalami bengkak di kaki kirinya. Oleh dokter, bayi lucu bernama lengkap Nur Anisa Maharani itu didiagnosis menderita Limfangioma.

Penyakit sejenis tumor itu sudah mendera tubuh Rani sejak lahir, pada Mei 2019. Rani merupakan buah hati dari pasangan Khoirotun Nisa (22) dan Abdur Rauf (22), warga Jalan Basar, Kelurahan Jungcangcang, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Di depan sejumlah awak media, Khoirotun Nisa mengungkapkan rasa sedihnya, karena sang buah hati selalu menangis kesakitan.

“Kalau lagi kambuh, nangisnya seperti orang kesurupan, histeris begitu,” kata Khoirotun Nisa sambil meneteskan air mata.

Khoirotun Nisa mengaku berbagai upaya telah dilakukan untuk kesembuhan anak pertamanya itu, termasuk membawa bayinya ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

“Selama ini diperiksa di RS Soetomo,” ucapnya.

Namun hingga kini tidak tampak perubahan signifikan pada penyakit Rani. Menurutnya, selama diperiksa di RS Soetomo bayinya hanya diberi obat penghilang rasa nyeri. Sementara tindakan operasi belum ada kepastian dari pihak rumah sakit.

“Dari sana (RS Soetomo.red) cuma dikasih obat terus gitu, tapi tidak ada (perubahan), tetap saja gitu,” ungkap Nisa seperti dilansir media.

Di satu sisi, pihak keluarga merasa khawatir penyakit yang dialami Rani menyebar ke organ tubuh lainnya yang bisa mengancam nyawanya jika tidak segera dioperasi.

“Janjinya usia enam bulan mau dioperasi, tapi tidak dioperasi. Setelah itu kami harus menunggu lagi sampai bulan Februari 2020, untuk tindakan operasi. Itu pun belum pasti,” kata salah satu anggota keluarga lainnya, Irul.

“Harusnya (sudah) dioperasi, tapi kenapa tidak dioperasi-operasi, apakah karena (kami) pasien BPJS,” ujarnya menambahkan.

Rani adalah bayi cantik nan menggemaskan ketika tidak merasa sakit pada kakinya. Persis pada bayi pada umumnya. Rani baru nangis kejer saat kakinya memerah. Benjolan pada kakinya juga kerap mengeluarkan darah dan sekali-kali nanah dengan bau yang tidak sedap.

Kondisi ekonomi keluarga Rani juga butuh perhatian semua pihak. Sang suami hanya bekerja sebagai tukang parkir di Rumah Sakit Paru Pamekasan.

“Kami bawa kontrol ke RS Soetomo sebulan sekali. Kalau awal-awalnya setiap minggu. Kadang-kadang setengah bulan sekali. Kami juga konsultasi pengobatan-pengobatan di luaran. Sangat kasihan kalau sudah penyakitnya kambuh,” tuturnya.

Khoirotun Nisa menikah dengan Abdur Rauf pada 2018. Pernikahannya pun dikarunia buah hati bernama Nur Anisa Maharani, yang saat ini berjuang melawan penyakit Limfangioma.

Orang tua bayi malang ini berharap, ada dermawan yang bisa membantu biaya operasi buah hatinya itu, karena hingga kini belum ada kepastian kapan anaknya itu akan dioperasi.

“Andaikan kami punya biaya, kami tentu akan biaya sendiri. Sebab kalau mengandalkan BPJS seperti sekarang ini, belum ada kepastian kapan anak kami bisa dioperasi,” katanya. (MADURAKU.COM)