DLH Pamekasan Diminta Mengoptimalkan Pengelolaan Sampah

oleh -
Lokasi pembuangan sampah di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan.

MADURAKU.COM – Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan Haji Maskur Rasyid (HaMas) mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengoptimalkan pengelolaan sampah, karena masih banyak sampah-sampah rumah tangga masyarakat perkotaan yang dibuang ke aliran sungai dan saluran air, terutama sampah plastik yang sulit terurai.

Hasil survei lapangan yang dilakukan HaMas, di Pamekasan ini masih banyak sampah yang dibuang dialiran sungai oleh masyarakat, kendatipun pemkab melalui DLH telah menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS), Bank Sampah dan TPS3R atau Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi-menggunakan-daur ulang).

Salah satunya yang ia temukan di Sungai Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan. Di lokasi ini, bahkan HaMas menemukan ada warga yang mengangkut sampah dari rumah-rumah warga Kota Pamekasan dengan menggunakan gerobak sampah seperti gerobak yang memang disediakan oleh Pemkab Pamekasan, akan tetapi sampah-sampah itu lalu dibuang ke sungai tersebut.

“Padahal di Jalan Amin Djakfar itu, ada Bank Sampah yang dikelola oleh DLH. Nah orang ini tidak membuang sampah kesana, tapi membuang sampah ke sungai,” kata HaMas.

Temuan ini, kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Pamekasan tersebut menunjukkan bahwa, pola pengelolaan sampah di Pamekasan belum berjalan dengan baik, sehingga dinas perlu melakukan penanganan lebih serius.

Politikus muda ini lebih lanjut menjelaskan, pemkab melalui DLH selama ini memang sering membuat acara yang bernuansa kampanye, untuk mendorong komitmen masyarakat akan pentingnya melakukan bersih-bersih sampah di Pamekasan sebagai upaya untuk mewujudkan “Pamekasan Cantik”.

Hanya saja, kata “HaMas” kegiatan itu dirasa belum cukup, apabila kegiatan bersih-bersih sampah lebih mengedepankan publikasi ketimbang aksi. Sebab, bagi HaMas yang terpenting adalah aksi nyata, karena faktanya tumpukan sampah berserak dan memenuhi saluran irigasi masih banyak ditemukan di Pamekasan.

Selain di sungai Kelurahan Gladak Anyar, tumpukan sampah dari sampah rumah tangga warga juga terlihat di saluran air Jalan Segara, Kelurahan Parteker, Kolpajung dan sebagian di Kelurahan Lawangan Daja.

“Jika pembuangan sampah di saluran air, baik kali ataupun sungai yang ada di Pamekasan ini tidak terurus, maka rasanya sulit untuk bisa menangani persoalan banjir perkotaan di Pamekasan ini,” katanya.

Oleh karenanya, HaMas meminta agar DLH hendaknya bergerak cepat melakukan penanganan sampah secara terintegratif, terutama yang banyak menumpuk di saluran-saluran air dan sungai yang ada di Pamekasan.

Selain banjir, dampak negatif lain dari sampah-sampah yang dibuang secara sembarangan ini, menurut HaMas adalah pada penyakit. “Ini harus diperhatikan,” pungkasnya. (MADURAKU.COM)