Investasi 2019 Pamekasan naik dibanding 2018

oleh -

MADURAKU.COM – Nilai investasi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tahun ini naik dibanding 2018, yakni dari Rp350 miliar menjadi Rp1,5 triliun, kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Agus Mulyadi.

“Data ini, sesuai dengan data yang masuk kepada kami melalui sistem pendafaftaran online,” katanya kepada wartawan di Pamekasan, Minggu (8/12/2019).

Memang, sambung dia, dari sisi target, nilai investasi sebesar Rp1,5 triliun ini belum memenuhi target yang ditetapkan Pemkab dan DPRD Pamekasan.

Sebab, target nilai investasi yang ditetapkan Pemkab Pamekasan tahun ini sebesar Rp2,3 triliun lebih.

“Tapi kan data nilai investasi ini berdasarkan data yang masuk hingga November, dan untuk Desember belum terdata,” katanya.

Jika hingga akhir tahun nanti, Agus yakin nilainya akan lebih banyak lagi, bahkan bisa memenuhi target yang telah ditetapkan.

Ia lebih lanjut menjelaskan, rata-rata investor yang menanamkan modal di Pamekasan dari luar Pamekasan seperti Surabaya, dan Lamongan.

Jenisnya UI meliputi bidang perumahan, perhotelan, cafe dan rumah makan.

Lebih lanjut Agus mengaku akan melayani investor yang ingin menanam modal di Pamekasan, dengan syarat harus melengkapi segala berkas persyaratan dak ketentuan yang berlaku.

Pihaknya berjanji akan memberikan kemudahan, dan memastikan tidak akan ada pungutan liar.

“Yang terpenting para investor harus melengkapi syaratnya dulu untuk menanam modal di sini, dan kami memastikan tidak akan mempersulit mereka,” katanya.

Jika, sambung dia, ada oknum yang ingin melakukan pungutan liar, Agus meminta agar para investor tersebut segera melaporkan kepada dirinya, apalagi mempersulit pengurusan izin dengan alasan yang tidak jelas.

“Perintah dari Bupati dan Wabup Pamekasan kepada saya, agar memberikan kemudahan kepada pada investor dan jangan sampai ada pungutan liar atau mempersulit investor yang hendak berinvestasi di Pamekasan ini,” katanya, menjelaskan.

Kepala DPMPTSP Pemkab Pamekasan ini juga meminta agar media ikut memantau dan memberitakan jika ada oknum mempersulit pengurusan izin dengan tujuan agar oknum tersebut memperoleh keuntungan dari usaha mempersulit pengurusan izin itu.

“Dukungan media sangat kami harapkan untuk mensukseskan ini,” katanya, menjelaskan. (MADURAKU.COM)