Anggota DPRD Sumenep Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Pimpinan

oleh -

MADURAKU.COM, Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, menyatakan mosi tidak percaya terhadap pihak Eksekutif dan Pimpinan DPRD Kabupaten Sumenep Jawa Timur

Pasalnya, ada jadwal pembahasan yang sudah di putuskan oleh BAMUS (Badan Musyawarah) antara DPRD dan Eksekutif

Namun dari pihak Eksekutif dan Pimpinan DPRD tidak Hadir, Sehingga para Anggota menilai bahwa Eksekutif dan pimpinan DPRD Sumenep diragukan atas keseriusannya

dari pihak eksekutif (OPD terkait) tidak hadir, dalam hal pembahasan itu, maka dari temen temen Anggota Dewan masing masing Komisi itu akhirnya meragukan tentang keseriusan dari pihak eksekutif, dan juga dari pimpinan dewan tidak tidak hadir di ruangan DPRD ini” kata Deky Purwanto dari Fraksi PDI Perjuangan 02/11/19

Atas kekosongan tersebut Mereka (para anggota) menargetkan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Sumenep untuk berkomunikasi dengan pihak Eksekutif

temen-temen itu bersepakat ketika memang ini tidak bisa menyelesaikan persoalan ini antara Dewan kepada Eksekutif maka temen temen akan mengadakan mosi tidak percaya” tambah Deky Purwanto

Dan dari anggota yang merasa kecewa terhadap Eksekutif dan Pimpinan DPRD, para anggota sudah menjalankan tanda tangan terkait mosi tidak percaya tersebut

temen temen yang sudah bersepakat sudah menjalankan tanda tangan tinggal kita menunggu kesuksesan dari pimpinan Dewan ini” tutur Deky Purwanto

Sementara itu, saat Maduraku.com mencoba mengkonfirmasi langsung ke Kantor DPRD Sumenep, rapat sedang berlangsung secara tertutup dan ketua DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir hari ini berada diluar kota

Ketua DPRD ke tuban, ya karena beliau ada keperluan juga, dan sudah ijin ke kita” tutur Indra Wahyudi selaku Wakil dari Ketua DPRD Sumenep 02/11/19

Wakil Ketua DPRD Sumenep Menanggapi Anggota yang merasa kecewa terhadap Eksekutif dan Pimpinan DPRD Sumenep yang akan melakukan Mosi Tidak Percaya, Wakil Ketua berjanji akan berkomunikasi terhadap Bupati atau Sekretaris Daerah (SEKDA), selebihnya keputusannya tergantung pada pihak Eksekutif

hari ini alhamdulillah kita sudah respon, Pimpinan akan berkomunikasi dengan Pihak Eksekutif dalam hal ini Bupati dan Sekda tinggal keputusan Eksekutif seperti apa” tutup Indra Wahyudi. (Adi/Sap/MADURAKU.COM)