KH Soleh Sayuti Sampang Jadi Korban Penipuan Travel Umroh Bodong

oleh -
Pemilik Perusahaan Travel Umroh Bodong PT Royal Mandiri Haji Razak yang kini disangka tim Reskrim Polres Sampang menipu Pengasuh Pondok Pesantren Jrenguan KH Soleh Sayuti dalam kasus haji umroh.

MADURAKU.COM – Tim Reskrim Polres Sampang, mengungkap kasus penipuan berkedok haji umroh yang dilakukan warga Kelurahan Gunung Sekar, Sampang bernama Haji Razak, dan kini tersangka ditahan di mapolres setempat.

“Motifnya dengan membuat travel umroh bodong yang ia beri nama PT Royal Mandiri,” kata Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro di Mapolres Sampang, Jumat (2/10/2019).

Haji Razak ini merupakan warga Jalan Kramat, Kota Sampang. Penipuan berkedok umroh itu terungkap, saat salah satu korban, yakni pengasuh Pondok Pesantren Jrenguan, Sampang KH Soleh Sayuti bersama dua korban lainnya melaporkan kasus itu ke Mapolres Sampang.

Kiai Soleh melaporkan Haji Razak yang mengaku sebagai pemilik PT Royal Mandiri tersebut, karena janji memberangkatkan dirinya ke Tanah Suci Makkah tidak ditepati, yakni pada Mei 2019. Padahal ia telah melunasi semua biaya yang diminta Haji Razak.

Menurut kapolres, biaya umroh yang ditetapkan oleh Haji Razak itu Rp46 juta dan bisa dicicil. Jika telah lunas, maka pendaftar bisa diberangkatkan bersama jamaah lainnya yang juga sama-sama telah lunas.

Kai Soleh sendiri kepada tim penyidik Polres Sampang menjelaskan, ia awalnya membayar uang Rp21 juta sebagai uang muka.

Lalu pada awal Mei 2019, Haji Razak datang kepada dirinya, menagih kekurangan uang, karena rombongan umroh yang ia kelola akan segera diberangkatkan.

Karena tidak memiliki uang tunai, Kiai Soleh lalu meminta tolong kepada Haji Razak untuk menjualkan mobil pribadinya, dan uangnya untuk menutupi kekurangan biaya umroh.

Kala itu, Haji Razak menyanggupi, dan mobil pribadi sang kiai terjual Rp90 juta. Akan tetapi, Haji Razak tidak mengembalikan uang dari sisa penjualan mobil itu, dan janji untuk memberangkatkan umroh ke Tanah Suci Makkah tidak ditepati.

“Atas dasar itu, korban bersama dua orang korban lainnya lalu melapor ke Mapolres Sampang, dan ternyata setelah tim kami melakukan penyidikan PT Royal Mandiri yang diklaim sebagai perusahaan jasa tersebut adalah bodong,” kata kapolres menjelaskan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) subsider Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Selain menangkap tersangka Polisi juga menyita barang bukti selembar surat pernyataan, bukti rekening, dan uang tunai sebesar Rp20 juta sisa uang korban yang digelapkan.

Secara terpisah Kepala Seksi Umroh dan Haji Kemenag Sampang Fathurrahman menjelaskan, agen travel umroh PT Royal Mandiri tidak terdata di Kementerian Agama alias tidak resmi.

“Di data aplikasi kami, yakni ‘Umroh Cerdas’ PT Royal Mandiri ini tidak masuk data Kemenang Sampang,” kata Fathor.

Ia menjelaskan, meski umroh bukan merupakan tugas Kemenag, akan tetapi Kemenag selama ini memiliki data perusahaan jasa atau travel yang melayani umroh.

“Perusahaan yang terdaftar di kami, adalah yang lengkap, resmi dengan Badan Hukum, SIUP dan TDP-nya,” katanya.

Selanjutnya ia mengimbau agar masyarakat hendaknya lebih selektif dalam memilih biro travel umroh maupun haji khusus. (MADURAKU.COM)