Ribuan Mahasiswa Sumenep Serukan Tolak RUU KPK

oleh -
Foto: saat mahsiswa aksi depan kantor DPRD Sumenep, foto diambil oleh MADURAKU.COM/Sap

MADURAKU.COM, Aksigabungan sejumlah Mahasiswa, pelajar, petani dan Jomblo untuk menyerukan menolak terhadap Rancangan Uandang-Umdang KPK dan Pidana, depan kantor DPRD Kabupaten Sumenep Jawatimur 26/9/19

Pendemo menilai terdapat beberapa pasal yang dirasa tidak adil dan menuntut kepada DPRD Sumenep untuk memperjuangkannya ke Pemerintah Pusat

Dalam press realisnya mahasiswa menuntut pertama Menolak pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. Kedua. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi (judical review) UU KPK yang baru saja di sahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi indonesia. Ketiga. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elite-elite yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia. Keempat. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenaga kerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.kelima. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU pertahanan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria. Keenam. Mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. Ketujuh. Mendorong proses demikratisasi di indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis diberbagai sektor. Keterang press realis oleh HMI Sumenep

Dimahasiswa lain Dalam orasinya Mahasiswa serukan menolak terhadap Rancangan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU-KPK) Serta RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang dinilai sangatla irrasional” lantang sang orator aksi


Tidak hanya RUU KPK yang dianggap bermasalah, RUU Pertanahan, RUU Pemsyarakatan dan Revisi UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang dianggap bermasalah

Dalam Press Realis lain mahasiswa menuntut Pertama mengahapus pasal-pasal yang irrasional dan diskriminatif dalam RUU-KUH. Kedua hapus pasal-pasal Problematis dalam RUU Pemasyarakatan. Ketiga revisi dan hapus pasal pro koruptor. Keempat hapus pasal pro koorporat. Kelima kembalikan hak buruh

Mahasiswa dalam orasinya sekaligus menanyakan tentang kinerja anggota DPRD Kabupaten Sumenep yang baru dilantik tersebut serta memaksa masuk kedalam kantor

Pasalnya mahasiswa menduga Anggota Dewan banyak yang Bolos, sementara Hamid Alimunir yang menemui pendemo menjelaskan bahwa 17 Anggota sedang bertugas ke Jakarta, namun ketua Dewan tidak berkutik saat ditanyakan kemana sisa anggota. Terbilang anggota DPRD Sumenep adalah 50 anggota

Namun Ketua DPRD Sumenep Hamid Alimunir saat menemui peserta aksi berjanji “Semua yg menjadi aspirasi kawan2 mahasiswa sekalian akan kami sampaikan ke pemerintah pusat baik kepada DPR RI maupun kepada Presiden“. (MADURAKU.COM/Sap)