Petani Tembakau Merasa Tertindas, Pemuda Akan Luruk Pemkab

oleh -
Foto: Naufal Korlap Aksi yang akan luruk Pemkab (diambil oleh Hol).

MADURAKU.COM. Dalam musim panen tembakau 2019 Madura, khususnya Sumenep, sangat memprihatinkan, dilihat dari sisi harga tembakau yang relatif murah, minimnya serapan tembakau, serta kurangnya pengawasan dari pemerintah terhadap pengusahaan tembakau Madura.

Melalui kebersamaan, pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Pemerhati Tembakau Madura (GEMPITA) berencana gelar aksi Unjuk Rasa (UNRAS) nanti pada hari Rabu 18 September 2019, tutur Koordinator Aksi Naufal.

Naufal menilai, musim panen tembakau 2019 tidak menguntungkan pihak petani di lihat dari sisi harga, dan serapan tembakau.

Tidak hanya itu, yang menjadi perhatian bagi pemuda asal Desa Pordapor Kec. Guluk-Guluk Kab. Sumenep, salah satunya kurangnya pengawasan dari pihak pemerintah untuk mengawal PERDA No 6 tahun 2012 Tentang Pembelian dan Pengusahaan Tembakau Madura.

Oleh karenanya, GEMPITA, lanjut Naufal, “akan menyampaikan tuntutan-tuntutannya ke Pemkab, Dispertahortbun dan Disperindag”, tutup Korlap Aksi.

(MADURAKU.COM/Sap)