PENGAMBILAN SAMPEL TEMBAKAU DI GUDANG GULUK-GULUK GONJANG GANJING

oleh -
Tamsil Efendi Direktur PT. Giri Dipta Sentosa

Maduraku.com, sudah hampir sebulan Gudang tembakau milik PT. Giri Dipta Sentosa beroperasi, di kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Jawa Timur, 8/9/2019

“Pembukaan pembelian Tembakau di Gudang Gulu-Guluk ini mulai 18 Agustus 2019 Lalu” “Kata Tamsil Efendi yang mengaku sebagai Direktur PT. Giri Dipta Sentosa di ruang kerjanya”

Dan Penutupannya tergantung pada tembakau dan perintah dari pabrik “tambahnya”

Sebelumnya, terdengar rumor di masyarakat, bahwa setiap kali gudang buka pengambilan sampel tembakau melebihi dari aturan Pemerintah

Sebagaimana paparan salah satu bandulnya “Pengambilan sampelnya banyak, dan di perkirakan lebih dari 1 kg” Bandul Gudang yang tidak mau di sebutkan namanya

Dengan pengambilan yang melebihi 1 kg tersebut akan mengurangi berat tembakau serta memberatkan bagi para bandul, hingga berdanpak pada para petani tembakau

Di konfirmasi terpisah ke Gudang Guluk-Guluk “Pada Umumnya kita di sini sudah mengerti semua” Kata Tamsil Efendi

Dan tidak masalah dalam pengambilan sampelnya yang terpenting ada kesepakatan antara penjual dan pembeli” kata Tamsil sambil mengulang-ulang kalimatnya

Di konfirmasi terpisah Hamid sapaan Karabnya Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep bahwasannya “pengambilan sampel tembakau sudah di atur di Perda no 6 tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian dan Pengusahaan Tembakau”

Sementara dalam bunyi Pasal 9 “Pengambilan sampel atau contoh dilakukan oleh pembeli secara baik dan benar dengan ketentuan sebesar 1 (satu) kilogram per bal, dan apabila transaksi gagal, maka sampel atau contoh yang diambil diserahkan/dikembalikan secara keseluruhan dan rontokannya kepada pemiliknya”

Dan ada tim pengawas dari pemerintah, Tambah Hamid, yang terdiri 3 Intansi yakni dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DISPERTAHORTBUN), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) dan Dinas Perijinan.
(Sap)