Ketika Keindahan Pendopo Ternodai dengan Perbuatan Mesum

oleh -

MADURAKU.COM – Taman bermain di depan Pendopo Bupati Pamekasan di Jalan Kabupaten Pamekasan, terlihat semakin indah, setelah dibangun dan diperbaiki belum lama ini. Cahaya lampu yang temaran, halaman depan yang semakin lebar, membuat suasana terlihat semakin asri.

Namun, keindahan taman depan pendopo itu, harus ternodai dengan perbuatan mesum yang dilakukan pasangan remaja. Sepasang remaja, terekam duduk di sebuah sepada dan bercumbu mesra dibawah terangnya lampu penerangan jalan umum.

Tentu saja, aksi yang tidak pantas dilakukan itu, menjadi sasaran camera warga lain, sehingga viral di media sosial dan berbagai grup whatshapp. Selain dinilai tidak pantas, karena Pamekasan merupakan kabupaten yang menerapkan syariat Islam, juga lokasi kejadian yang tidak terpuji ini, dilakukan di depan Pendopo Bupati Pamekasan.

Banyak warganet yang memprotes viralnya vedio mesum di depan Pendopo Ronggosukoti itu, karena dinilai menunjukkan kepada publik tentang kejelekan prilaku tak terpuji oknum kedua remaja yang sedang dimabuk cinta itu, tapi ada juga sebagian yang lain yang menyayangkan, kenapa tindakan tidak terpuji itu justru luput dari perhatian petugas Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol-PP), karena kantor institusi tersebut tidak jauh dari lokasi kejadian.

Laaaa akhir jeman onggu mon setiah,” komentar pemilik akun facebook Ahmad Mauluddin Abdur Rahman. “Agguh… Keng tadek kennengan pole ngara,” komentar warganet lainnya, Kang Rojulun Wahed.

Namun ada juga yang berkomentar menyayangkan postinga vedio mesum di depan Pendopo Bupati Pamekasan itu dan dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Seperti komentar pemilik akun atas nama Irfan Risky.

Udah deh ngga usah munafik lu pada tai, kek ngga pernah ciuman aja, gitu aja mau diviralin jeng,” ujarnya.

Terlepas dari pro dan kontra mengenai rekaman vedio mesum yang dilakukan oleh pasangan muda-mudi di depan Pendopo Pemkab Pamekasan ini, vedio ini menunjukkan bahwa, pertama, pengawasan yang ketat akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan atau melanggar etika Islami belum sepenuhnya dilakukan oleh Pemkab Pamekasan secara kelembagaan.

Kedua, vedio ini, seharusnya menjadi perhatian bagi Pemkab Pamekasan untuk melakukan sterilisasi di sekitar lokasi, sehingga aksi serupa tidak terulang lagi.

Pemkab memang tidak salah, karena taman bermain di depan pendopo itu, memang bukan untuk tempat mesum. Yang salah jelas adalah kedua muda-mudi yang melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan.

Akan tetapi, jika kedepan Pemkab Pamekasan tetap tutup mata, tidak mau berubah, terutama sistem penjagaan, maka sama halnya dengan membuka ruang bagi remaja yang lain untuk berbuat serupa. (MADURAKU.COM)