Merajut Kemitraan melalui “Ngopi Kamtibmas”

oleh -

Berbincang santai membahas berbagai persoalan sambil minum kopi, seolah menjadi tradisi di sebagian masyarakat kita di negeri ini, tak terkecuali masyarakat di Kabupaten Pamekasan dan Madura pada umumnya. Karena dengan cara ngopi, interaksi dan tukar pikiran terkadang mengalir deras seiring dengan asyiknya perkembangan diskusi. Akan tetapi “Ngopi” sering juga dimaknai berbeda, yakni “Ngobrol Pintar”.

Pemaknaan berbeda tentang “ngopi” ini seiring dengan banyaknya kecenderungan sebagian aktivis untuk membahas persoalan-persoalan sosial kemasyarakat melalui bincang santai di warung kopi. Dengan demikian, ‘ngopi’ cenderung berorientasi pada hal-hal yang positif, ilmiah dengan melibatkan banyak orang dari lapisan masyarakat yang berbeda.

Di awal tahun 2012, “ngopi” sambil diskusi ini pernah dipopulerkan oleh organisasi profesi wartawan di Pamekasan, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan. Organisasi profesi wartawan ini malah biasa menggelar diskusi rutin di salah satu kedai kopi di Kabupaten Pamekasan, membahas berbagai persoalan, baik politik, ekonomi, pariwisata, hingga masalah olahraga, terutama dunia sepak bola.

Diskusi sambil “ngopi” yang digelar PWI ini, ternyata menjadi daya tarik hampir semua elemen masyarakat di Pamekasan. Sebab, persoalan kemasyarakatan, ternyata tidak hanya bisa dibahas di ruang rapat yang serba resmi, akan tetapi bisa dengan cara santai, akan tetapi penting dan pokok. Apalagi, persoalan yang didiskusikan pada akhirnya terdistribusi secara sistemik ke berbagai media massa, sehingga materi diskusi dan rekomendasi dari diskusi yang digelar PWI kala itu bisa dikonsumsi semua elemen masyarakat.

Polres Pamekasan merupakan salah satu institusi yang berupaya membahas persoalan-persoalan kemasyarakat melalui bincang santai sambil ngopi di kedai kopi. Jika diskusi sambil ngopi yang dilakukan PWI Pamekasan pada hal-hal yang berkaitan dengan persoalan yang memang menjadi kebutuhan dunia jurnalistik, namun diskusi sambil ngopi yang digelar Polres Pamekasan pada persoalan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, yakni ketertiban masyarakat.

Pendekatan Kelompok
Upaya untuk melakukan pencegahan dengan berbagai elemen masyarakat melalui serap aspirasi dan informasi digagas Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo melalui berbagai satuan, seperti Satuan Bimbingan Masyarakat (Binmas), Satuan Lalu Lintas, Satuan Narkoba dan Intelkam Polres Pamekasan dengan kelompok masyarakat yang ada di wilayah itu. Pola komunikasi melalui kelompok masyarakat ini dinilai Teguh Wibowo sebagai salah satu cara untuk bisa mengkomunikasikan kepentingan institusi Polres Pamekasan sesuai dengan tupoksinya sebagai pengayon, pelindung masyarakat, termasuk dalam berupaya menciptakan situasi kemanan yang kondusif.

Disini Teguh berupaya melakukan apa yang disebut dengan ilmuan komunikasi sosiometris. Dalam teori komunikasi sosiometris yang dikembangkan oleh Moreno dan ilmuan komunikasi lainnya menyebutkan, bahwa daya tarik dan penolakan yang dirasakan pada suatu individu terhadap individu lain adalah dengan adanya implikasi perasaan dalam pembentukan dan struktur suatu kelompok. Ketika individu mulai tertarik dengan individu lain dan saling menempatkan diri pada kedudukan yang paling tinggi, maka individu tersebut akan lebih mendominasi untuk berkomunikasi dengan individu lain dalam suatu kelompok hingga terbentuk kubu-kubu.

Maka, melakukan pendekatan kepada kelompok orang yang memiliki keinginan atau perspektif pemikiran yang sama, akan lebih mudah untuk mengkomunikasikan kepentingan, dibanding dengan kelompok orang-orang, akan tetapi beragam keinginan dan dasar pemikiran yang berbeda. Pendekatan fungsional melalui kelompok-kelompok masyarakat yang dilakukan Kapolres Pamekasan ini sebagai juga sebagai upaya untuk mencegah anggota kelompok melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa mengganggu tupoksi polisi dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan.

Karena itu, komunikasi melalui kelompok masyarakat dipandang sebagai sarana efektif untuk mencapai tujuannya. Komunikasi kelompok melalui struktur kelompok itu sendiri diharapkan bisa membuat keputusan yang sesuai dengan keinginan institusi polri, dan bisa efektif dalam ikut memecahkan masalah-masalah sosial yang berkembang, dan terjadi di masyarakat.

Setidaknya ada beberap hal yang diharapkan melalui pola komunikasi kelompok yang dilakukan dengan ngopi santai institusi ini dengan kelompok masyarakat di Kabupaten Pamekasan. Antara lain, pertama, adanya komitmen bagi kelompok tersebut untuk membuat keputusan yang baik, melalui komunikasi interaktif saat ngopi bareng tersebut digelar. Kedua, pesan yang disampaikan yang menjadi keinginan institus, dalam hal ini Polres Pamekasan segera tersampaikan kepada anggota kelompok lainnya melalui pengurus dalam kelompok masyarakat tersebut. Ketiga, karena perkumpulan atau kelompok masyarakat dalam sebuah organisasi merupakan gabungan individu yang memiliki keinginan yang komitmen yang sama, maka secara otomatis, apa yang diterima dan dipahami oleh pengurus kelompok, akan cenderung diterima oleh anggota kelompok lainnya.

Kamtibmas sebagai Tema Pokok
Muara dari semua persoalan sosial dan berbagai jenis penyakit masyarakat yang menjadi perhatian polisi dari berbagai satuan, seperti satuan reserse dan kriminal (Reskrim), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Bimbingan Masyarakat (Binmas), Reserse Narkoba (Reskoba) dan Intelkam adalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Oleh karenanya, berbagai jenis pembahasan dalam setiap pertemuan dengan kelompok masyarakat berbeda, selalu mengambil tema pokok “Kamtibmas”. Seperti yang digelar Satuan Binmas bersama Gerakan Pemuda Ansor Pamekasan pada 28 November 2018 di Kafe Legenda Jalan Stadion Pamekasan.

Kasat Binmas Khoirul Anwar, S.H., M.H memimpin langsung dialog “Ngopi Kamtibmas” bersama Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Cabang Pamekasan di Warung kopi Legenda Jalan Stadion Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Rabu (28/11/2018) malam, kala itu. Kegiatan ini bertujuan menjalin silaturrahmi serta dalam rangka menggali Potensi Masyarakat untuk memberantas penyalahgunaan Narkoba.

Acara ngopi bareng bersama yang kemudian dikenal dengan “Ngopi Kamtibmas” sebagaimana disampaikan Kapolres AKBP Teguh Wibowo bertujuan menjalin silaturrahmi dan serap aspirasi dari semua lapisan masyarakat termasuk para pemuda. Santai dan akrab adalah nuansa yang menonjol dalam kegiatan tersebut, tapi tidak menghilangkan substansi pesan yang disampaikan Polres Pamekasan, yakni menggugah komitmen dan kesadaran kalangan antivis Ansor Pamekasan untuk ikut peduli terhadap pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Pamekasan.

Acara Kopi Kamtibmas ini diisi dengan sosialisasi dalam menjaga kamtibmas dan kerjasama dalam pemberantasan Narkoba di Pamekasan, diskusi santai dan tanya jawab. Pemuda sebagai penerus bangsa, harus diselamatkan dari narkoba, agar kelak mereka mampu untuk memimpin bangsa dengan baik. “Jadi GP Ansor melalui Baanarnya merupakan salah satu ujung tombak pemuda milenial yang bisa diharapkan berperan aktif mengajak para pemuda yang lain untuk memerangi narkoba termasuk peredarannya utamanya di bumi gerbang salam ini,” kata Kasat Binmas AKP Khoirul Anwar dalam kegiatan itu.

Ansor merupakan satu dari beberapa kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan yang menjadi mitra. Untuk kelompok masyarakat lainnya dan kepentingan berbeda terkait upaya polisi dalam memaksimalkan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat, maka institusi ini menggerakkan satuan lainnya. Misalnya dalam berupaya menekan kesadaran tertib lalu lintas dan menekan kasus balapan liar, maka komunitas motor dan menjadi sasaran sosialisasi. (Bersambung ke-6)