Dua Kali Petugas Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Madura

oleh -

MADURAKU.COM – Upaya petugas menggagalkan penyelundupan barang haram narkoba ke Madura pada akhir Mei 2019 kemarin merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada Maret 2019, petugas juga telah berhasil menggagalkan penyelundupan barang haram itu ke Pulau Madura dengan jumlah barang bukti  2,6 kilogram.

Penyelundupan barang haram itu digagalkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda. Narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 2.625 gram atau 2,6 kg itu dibawa Osmanhas, 47, warga Dusun Laok Kebun, Desa/Kecamatan Ketapang, Sampang.

Ceritanya, Senin (25/3/2019) sekitar pukul 09.00 Osmanhas terbang dari Kuala Lumpur–Juanda menggunakan pesawat Air Asia QZ321. Pria kelahiran Sampang, 11 Maret 1972 itu membawa dua kardus berisi vacuum cleaner. Di dalamnya alat pengisap debu itu berisi empat kantong plastik berisi SS seberat 2,6 kg.

Pengiriman barang laknat dari Malaysia menuju Surabaya tercium petugas bea dan cukai yang mendapat informasi dari intelijen. Petugas lantas siap-siap menunggu peswat landing di Bandara Juanda, Sidoarjo. Sekitar pukul 11.00 pesawat mendarat. Semua penumpang turun.

Tim Bea Cukai Juanda melakukan pemeriksaan dengan ketat terhadap semua barang bawaan penumpang. Berdasarkan hasil analisis X-ray, petugas mencurigai dua kardus berisi vacuum cleaner. Petugas lantas meminta paspor dan melakukan interogasi kepada Osmanhas. Pelaku bersama barang bawaannya dibawa ke dalam salah satu ruangan.

Kemudian, dua buah vacuum cleaner tersebut dibongkar. Saat itulah ditemukan empat bungkus kristal putih seberat total 2,6 kilogram. Barang tersebut disembunyikan di dasar vacuum cleaner.

Untuk memastikan kandungan kristal putih itu, petugas mengambil sempel untuk diuji di laboratorium. Hasil uji Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC) Kelas II Surabaya, kristal putih itu positif narkoba golongan 1 jenis methamphetamine. Tersangka beserta barang bukti kemudian diamankan. Petugas Bea Cukai Juanda bersama BNNK Sidoarjo melakukan pengembangan lebih lanjut.

Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Budi Harjanto mengatakan, Osmanhas membawa dua vacuum cleaner. Di dalamnya terdapat benda mencurigakan. Petugas lantas melakukan penggeledahan dan interogasi. ”Setelah ditimbang 2,6 kilogram atau 2.625 gram,” terangnya kemarin (27/3).

Dia mengungkapkan, penggagalan penyelundupan narkotika 2.625 gram itu dapat menyelamatkan 5.250 jiwa generasi muda agar tidak jadi pecandu barang haram. Dengan perhitungan 1 gram narkoba dikonsumsi 2 pecandu. ”Ini dari Malaysia dengan tujuan akan dibawa ke Madura,” ungkapnya.

Budi mengungkapkan, modus seperti itu pernah diungkap. Seperti menyimpan SS di rice cooker maupun vacuum cleaner. Salah satu cara petugas untuk meminimalkan penyelundupan narkoba adalah memantau aktivitas penumpang.

Seperti, seberapa lama pulang pergi dari luar negeri. Kemudian, memonitor barang bawaan penumpang. ”Itu menjadi salah satu parameter untuk melakukan penilaian. Juga kita interview apa yang dibawa yang menjadi penambah poin untuk dilakukan pemeriksaan mendalam,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi menambahkan, penggagalan penyelundupan narkoba ini merupakan kerja sama baik dan terintegrasi antarinstansi. Upaya ini melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jawa Timur I KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda. Kemudian, BLBC Kelas II Surabaya, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo serta Kantor Imigrasi Bandara Juanda. Lalu, pengamanan bandara Lanudal, Pomal, dan Aviation Security Officer (Avsec) PT Angkasa Pura I.

Sementara itu, Kepala BNNK Sidoarjo AKBP Toni Sugiarto mengatakan, pihaknya terus mendalami keterangan Osmanhas. Sebab, kepada petugas, tersangka mengaku tidak tahu soal vacuum cleaner yang dibawa. Dia mengaku barang itu hanya titipan rekannya di Pulau Kangean, Sumenep, berinisial AW. ”Masih pendalaman pekerjaan dia jadi kurir itu atau bagaimana,” terangnya. (MADURAKU.COM)