Umar Hamdan Menuduh KH Mustofa Bisri Doakan Indonesia Hancur

oleh -
Screenshot postingan Umar Hamdan Karrar yang menuduh KH Mustofa Bisri mendoakan Indonesia hancur.

MADURAKU.COM – KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam pengajian Ramadhannya mendoakan agar Bangsa Indonesia diberi pertolongan oleh Allah SWT. Salah satu lafadz doa yang digunakan oleh Gus Mus adalah: اللهم عليك باندونيسيا

Doa Gus Mus itu kemudian direspon oleh orang bernama Umar Hamdan Karrar melalui akun facebooknya. Dia menuduh Gus Mus mendoakan Indonesia hancur. Astaghfirullah.

Padahal jelas-jelas Gus Mus sebelum melafalkan doa tersebut juga melafadzkan doanya dalam bahasa Indonesia yang isinya berdoa untuk kepentingan Bangsa Indonesia agar diberi pertolongan oleh Allah. Tapi Umar Hamdan justru mengartikan berbeda.

Satus Umar Hamdan tersebut kemudian dikoreksi oleh akun Abd Hamid Naqsya. Hamid mengaku menaruh hormat kepada orang tua Umar, yakni KH. Karrar Sinhaji.

“Namun Hormat saya Sekarang terkotori oleh Anak beliau Yang Bernama Umar Hamdan,” tulis Hamid, seperti dilansir situs dutaislam.com, Kamis (30/05/2019).

“Mohon Maaf, Walaupun Di bulan puasa ini sekarang saya terpaksa mengkritisi Ra Hamdan karna kurang teliti Mengkritik Ulama Khos Kami KH. Mustofa Bisri. Maaf Ra. Ilmu sampean tak ada apa-apanya dibanding ilmu Beliau,” imbuhnya.

Hamid pun kemudian mengoreksi kesalahan Umar dalam mengartikan lafad “alaika”. “Sampean salah mengartikan “Alaika‘ dalam bentuk isim fiil. Yang benar yang sudah dikalimatkan oleh KH. Mustofa Bisri,” lanjutnya. Dia pun memberikan screenshot syarah kitab Alfiyah berikut:

“Saya Berani mengatakan anda hanya mondok di abuya tapi tak mengaji sifat abuya Allahuyarham,” imbuhnya .

Postingan yang berisi kritikan Umar Hamdan Karrar atas doa Gus Mus itu pada Kamis (30/05/2019) pukul 22.10 WIB langsung dihapus oleh Umar.

Anggota Himpunan Lora Madura (HILMA), Gus Mahrus membenarkan bahwa screenshot status Umar Hamdan benar adanya.

Kepada Dutaislam.com, Gus Mahrus mengatakan sempat bertanya kepada Umar mengapa postingannya dihapus. Kata dia, Umar mengaku karena banyak orang tidak terima dengan statusnya itu.

PCNU Tanggapi Komentar Umar Hamdan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH. Taufik Hasyim angkat bicara terkait postingan pemilik akun Facebook (FB) Umar Hamdan Karrar, Kamis (30/05/19), karena menghina ulama kharismatik NU KH. Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal Gus Mus.

Menurutnya, apa yang dilakukan Umar Hamdan Karrar itu tidak hanya melecehkan Gus Mus, tapi lebih dari itu postingan tersebut juga menyalahi disiplin keilmuan, yakni nahwu, yang sudah baku.

Umar yang tujuan awalnya ingin menunjukkan kealiman, menurut H Taufik, justru malah menampakkan kebodohannya.

“Sikap itu tidak berakhlak dan tidak mencerminkan pribadi seorang yang berilmu dan tidak menunjukkan nilai-nilai kesantrian. Justru yang terlihat dalam postingan itu nilai-nilai premanisme,” ujar Kiai Taufik, seperti dilansir situs dutaislam.com, saat ditemui jurnalis media ini di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan.

Kiai yang pernah nyantri di Ma’had Riyadh al-Jannah Rosefah, Arab Saudi ini menilai, Umar sosok yang gegabah dan tidak bertanggung jawab, karena statusnya dihapus setelah viral dan dibaca banyak orang.

“Oleh karena itu, kami mengutuk keras atas kebodohan Umar Hamdan Karrar yang melecehkan doa Gus Mus yang diunggah di akun FBnya. Padahal doa itu untuk kebaikan negara dan bangsa Indonesia,” tegas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, Jawa Timur, itu.

NU, menurut Kiai Taufik, tidak ada urusan dengan Umar Hamdan. Tetapi, ia angkat bicara karena yang dicaci oleh Umar Hamdan Karrar itu gurunya.

“Terlalu kecil NU yang besar mengurusi Umar Hamdan. Biar masyarakat nanti yang menilai. NU semakin dicaci, akan semakin besar,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Kiai Taufik memghimbau seluruh warga NU supaya tetap tenang dan tidak terprovokasi. (MADURAKU.COM)