Kiai Madura, Penghina KH Mustofa Bisri ini Akhirnya Meminta Maaf

oleh -

MADURAKU.COM – Ulama asal Pamekasan, Madura bernama Umar Hamdan Karrar yang menghina doa KH MUstofa Bisri (Gus Mus) dalam pengajian Ramadhannya yang mendoakan agar Bangsa Indonesia diberi pertolongan oleh Allah SWT ini, akhirnya meminta maaf.

Umar meminta maaf secara terbuka dan menyadari kesalahannya, setelah dikritik warganet, karena salah mengartikat kalimat اللهم عليك باندونيسيا. Umar Hamdam mengartikan “Ya Allah Hancurkanlah Indonesia”. Padahal pengertian Umar Hamdan itu salah tidak sesuai dengan gramatika bahasa Arab yang baku, sebagaimana dalam kitab Alfiyah.

Saat banyak kritik atas masukannya yang dinilai kurang sopan dan terkesan menunjukkan sebagai jadi diri yang ‘alim’ dalam ilmu gramatika Bahasa Arab, Umar lalu membuat postingan lagi.

“Sahabat….. Jngnlah kalian salah paham, ketika ada postingan yg mengkritik seseorang itu tdk lain hanyalah untuk memberikan sebuah pesan bahwa TIDAK ADA LAGI YANG LEPAS DARI SALAH & KHILAF DI MUKA BUMI INI, siapapun dia. Dan memberi sebuah pesan penting juga bahwa SEALIM-ALIM ORANG YG BERILMU, PASTI ADA YANG MENGUNGGULI ILMU NYA,”. Demikian status Umar Hamdan Karrar.

Kalimat dalam status kedua Umar Hamdan ini seolah menunjukkan bahwa keilmuan dirinya lebih unggul dari KH Mustofa Bisri. [Baca Juga: Umar Hamdan Karrar Menuduh KH Mustofa Bisri Doakan Indonesia Hancur]

Kritik atas doa KH Mustofa Bisri yang disampaikan oleh Umar Hamdan Karrar ini, sempat diposting pada laman facebook “Mak Lambe Turah” yakni akun funpage facbook yang memiliki banyak pengikut. Akan tetapi hanya berselang beberapa saat, postingan Umar Hamdan itu dihapus. Lalu luncurkan klarifikasi dan permintaan maaf.

Satus Umar Hamdan tersebut kemudian dikoreksi oleh akun Abd Hamid Naqsya. Hamid mengaku menaruh hormat kepada orang tua Umar, yakni KH. Karrar Sinhaji.

“Namun Hormat saya Sekarang terkotori oleh Anak beliau Yang Bernama Umar Hamdan,” tulis Hamid, seperti dilansir situs dutaislam.com, Kamis (30/05/2019).

“Mohon Maaf, Walaupun Di bulan puasa ini sekarang saya terpaksa mengkritisi Ra Hamdan karna kurang teliti Mengkritik Ulama Khos Kami KH. Mustofa Bisri. Maaf Ra. Ilmu sampean tak ada apa-apanya dibanding ilmu Beliau,” imbuhnya.

Hamid pun kemudian mengoreksi kesalahan Umar dalam mengartikan lafad “alaika”. “Sampean salah mengartikan “Alaika’ dalam bentuk isim fiil. Yang benar yang sudah dikalimatkan oleh KH. Mustofa Bisri,” lanjutnya. Dia pun memberikan screenshot syarah kitab Alfiyah berikut:

“Saya Berani mengatakan anda hanya mondok di abuya tapi tak mengaji sifat abuya Allahuyarham,” imbuhnya .

Postingan yang berisi kritikan Umar Hamdan Karrar atas doa Gus Mus itu pada Kamis (30/05/2019) pukul 22.10 WIB langsung dihapus oleh Umar.

Anggota Himpunan Lora Madura (HILMA), Gus Mahrus membenarkan bahwa screenshot status Umar Hamdan benar adanya.

Kepada Dutaislam.com, Gus Mahrus mengatakan sempat bertanya kepada Umar mengapa postingannya dihapus. Kata dia, Umar mengaku karena banyak orang tidak terima dengan statusnya itu.

PCNU Tanggapi Komentar Umar Hamdan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH. Taufik Hasyim angkat bicara terkait postingan pemilik akun Facebook (FB) Umar Hamdan Karrar, Kamis (30/05/19), karena menghina ulama kharismatik NU KH. Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal Gus Mus.

Menurutnya, apa yang dilakukan Umar Hamdan Karrar itu tidak hanya melecehkan Gus Mus, tapi lebih dari itu postingan tersebut juga menyalahi disiplin keilmuan, yakni nahwu, yang sudah baku.

Umar yang tujuan awalnya ingin menunjukkan kealiman, menurut H Taufik, justru malah menampakkan kebodohannya.

“Sikap itu tidak berakhlak dan tidak mencerminkan pribadi seorang yang berilmu dan tidak menunjukkan nilai-nilai kesantrian. Justru yang terlihat dalam postingan itu nilai-nilai premanisme,” ujar Kiai Taufik, seperti dilansir situs dutaislam.com, saat ditemui jurnalis media ini di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan.

Kiai yang pernah nyantri di Ma’had Riyadh al-Jannah Rosefah, Arab Saudi ini menilai, Umar sosok yang gegabah dan tidak bertanggung jawab, karena statusnya dihapus setelah viral dan dibaca banyak orang.

“Oleh karena itu, kami mengutuk keras atas kebodohan Umar Hamdan Karrar yang melecehkan doa Gus Mus yang diunggah di akun FBnya. Padahal doa itu untuk kebaikan negara dan bangsa Indonesia,” tegas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, Jawa Timur, itu.

NU, menurut Kiai Taufik, tidak ada urusan dengan Umar Hamdan. Tetapi, ia angkat bicara karena yang dicaci oleh Umar Hamdan Karrar itu gurunya.

“Terlalu kecil NU yang besar mengurusi Umar Hamdan. Biar masyarakat nanti yang menilai. NU semakin dicaci, akan semakin besar,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Kiai Taufik memghimbau seluruh warga NU supaya tetap tenang dan tidak terprovokasi. (MADURAKU.COM)