Sarung batik Pamekasan Dipromosikan Bupati Baddrut Tamam untuk Pakaian Lebaran

oleh -
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mempromosikan sarung batik tulis hasil kerajinan masyarakat perajin batik tulis di wilayah itu. Bupati mengajak pera ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan untuk menggunakan sarung batik tulis Pamekasan saat Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk dukungan kepada para perajin batik tulis Pamekasan karena merupakan produk lokal masyarakat Pamekasan.

MADURAKU.COM – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mempromosikan sarung dan baju batik tulis hasil kerajinan para perajin batik tulis di wilayah itu, agar digunakan para pejabat saat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah kali ini.

“Kami mengajak para pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan agar baju baru dan sarung barunya saat Lebaran nanti menggunakan batik, karena batik merupakan hasil kerajinan warga Pamekasan,” kata Baddrut Tamam di Pamekasan, Kamis (23/5/2019).

Ia menjelaskan, batik merupakan hasil kerajinan warga Pamekasan. Dengan demikian, menggunakan baju dan sarung batik saat Lebaran, adalah sama halnya dengan membantu para perajin dan pedang batik Pamekasan.

“Satu-satunya pakaian yang diproduksi langsung oleh masyarakat Pamekasan saat ini adalah batik. Menggunakan batik saat Lebaran adalah sama dengan membantu para perajin batik tulis di Pamekasan ini,” ujat bupati.

Bupati lebih lanjut menjelaskan, membantu para perajin lokal di Pamekasan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan mereka disamping sebagai salah satu bentuk realisasi dari gerakan berbelanja ke warung tetangga yang telah dicanangkan dirinya sejak mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan.

“Makanya pada kegiatan Safari Ramadhan kali ini kami juga meminta agar semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan ini menggunakan sarung batik Pamekasan,” ujar bupati.

Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur yang sebagian bergantung pada penghasilan usaha batik tulis. Jumlah perajin batik tulis di kabupaten ini, tercatat sebanyak 38 sentra batik, dengan 933 unit usaha, dan 6.526 orang menggantungkan nasibnya pada jenis usaha kreatif ini.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, ekonomi usaha batik menyumbang 1-2 persen dalam sektor industri, lebih rendah dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 35,66 persen, kemudian posisi kedua ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran yaitu sebesar 19,61 persen, dan kontribusi terbesar ketiga adalah sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 10,12 persen.

Industri batik ini, sambung dia, juga memiliki keterkaitan erat dengan beberapa program yang sedang dicanangkan bupati, seperti industri kreatif yang menurutnya relevan pada era industry 4.0, maupun dengan program wirausahawan baru, serta beberapa program lainnya.

Oleh karena itu, Pemkab Pamekasan berupaya mendorong berkembangnya industri batik di Kabupaten Pamekasan, dengan melakukan pembinaan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan pengembangan alat bantu berupa teknologi, dan upaya memperluas akses pemasaran melalui kegiatan promosi sistemik.

Membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan batik, dengan cara berupaya menanamkan rasa cinta terhadap batik tulis Pamekasan sebagai produk lokal, serta mempromosi batik Pamekasan ke level nasional maupun internasional, menurut bupati merupakan hal penting yang harus dilakukan pemerintah.

Kebijakan pemerintah dalam berupaya menguatkan rasa memiliki dan bangga akan hasil produk lokal para pembatik Pamekasan ini yang membuat Bupati Baddrut Tamam juga mengharuskan semua mobil dinas di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dibranding batik tulis Pamekasan. Sehingga, pada 7 Januari 2019, peluncuran branding batik tulis Pemkab Pamekasan digelar.

Sedikitnya 90 unit kendaraan dinas jenis mobil dan sepeda motor dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan telah dibranding batik tulis sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam upaya memajukan perekonomian di sektor batik tulis.

Mobil dinas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja`e juga sudah dibranding batik tulis Pamekasan.

“Sekarang yang perlu juga kita lakukan untuk menanmkan kecintaan pada produk unggulan batik tulis Pamekasan adalah dengan memakai secara langsung hasil kerajinan masyarakat. Lebaran ini, baju dan sarung kita harus memakai batik,” kata Baddrut Tamam, menjelaskan. (MADURAKU.COM)