Caleg yang Memukul Ketua Panwascam itu, Ternyata Bernama Samhari

MADURAKU.COM – Calon legislatif yang dilaporkan anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Waru, Pamekasan, Madura, Jawa Timur ke polisi karena melakukan pemukulan saat panwascam melakukan penertiban baliho tersebut ternyata bernama Samhari.

Dalam surat tanda penerima laporan nomor: STL/5/IV/2019/Polsek yang ditanda tangani oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Unit III Aiptu Pujianto tertanggal 5 April 2019 tertulis, kasus pemukulan yang dilakukan Samhari itu pada Kamis, 4 April 2019, sekitar pukul 22.05 WIB. (rilis Bawaslu sebelumnya menyebutkan pukul 22.30 WIB)

Lakosi kejadian di Jalan Raya Waru-Pasean, yakni sebelah utara RSUD Waru, yakni di Dusun Palalang, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Samhari merupakan caleg nomor urut 2 dari Partai Demokrat, dan ia melakukan pemukulan bersama sejumlah temannya, karena tidak terima alat peraga kampanye (APK) miliknya ditertibkan.

Menurut keterangan pelapor Mohammad Tohiruddin, pemukulan terhadap dirinya itu mengenai bagian muka dan kepala korban. “Saya berharap, polisi bisa mengusut tuntas kasus ini,” katanya Tohiruddin di Pamekasan, Sabtu (6/4/2019).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan sebelumnya mengecam aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum calon legislatif kepada ketua dan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Waru saat melakukan penertiban alat peragama kampanye (APK).

“Kajadiannya tanggal 4 April 2019, sekitar pukul 22.30 WIB,” kata Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi kepada wartawan, Jumat (5/4/2019) malam.

Korban pemukulan oknum caleg itu bernama Samsul dan Mohammad Tohiruddin, yakni Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan.

Kejadian bermula saat Samsul dan Tohiruddin bersama jajaran lainnya menurunkan APK yang dinilai melanggar aturan.

Tiba-tiba oknum caleg datang ke lokasi penurunan APK dengan mengendarai mobil, dan membawa teman sekitar delapan orang.

Oknum caleg itu langsung memukul Samsul dan mencekal kerah baju Tohir sembari mengintimidasi mereka.

Oknum caleg itu bukan hanya menggertak, namun berlanjut kepada pemukulan fisik pada sekujur tubuh Tohiruddin. Berapa diantara mereka bahkan ada yang membawa senjata tajam.

“Kami sangat mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum caleg kepada ketua dan anggota Panwascam Waru Pamekasan ini, dan kami meminta agar pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kejadian ini karena kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan dan dapat dipidana,” kata Saidi.

Kedua petugas pengawas pemilu ini, sambung dia, bekarja atas dasar undang-undang dan sedang menjalankan tugas negara, yakni melakukan pengawasan pemasangan alat peraga kampanye, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya Ketua Bawaslu juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif untuk pemilu damai 2019.

“Jika memang ada pelanggaran hukum, sebaiknya diproses secara hukum, karena negara kita ini adalah negara hukum,” katanya.

Ketua Bawaslu Pamekasan lebih lanjut menjelaskan, akibat kasus itu, anggotanya menderita luka di sebagian tubuhnya.

Kasus ini langsung dilaporkan ke Polsek Waru dan korban telah dimintai keterangan polisi. Saat menyampaikan keterangan pers kepada media, Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi tidak menjelaskan nama pelaku pemukulan itu. (MADURAKU.COM)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.