Persediaan Garam Petani di Pamekasan 771,00 Ton

Petani memanen garam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

MADURAKU.COM – Persediaan garam rakyat di tiga kecamatan penghasil garam di wilayah tersebut saat ini 771,00 ton dan jumlah ini sesuai dengan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Pamekasan hingga akhir Juli 2018

Kepala DKP Pemkab Pamekasan Nurul Widiatutik dalam rilis yang disampaikan kepada media menjelaskan, stok garam rakyat itu, tersebar di dua kecamatan, dari tiga kecamatan penghasil garam, yakni Kecamatan Galis, dan Kecamatan Pademawu.

Di Kecamatan Galis, stok garam rakyat yang masih tersimpan di gudang penyimpanan garam sebanyak 295,00 ton, di Kecamatan Pademawu sebanyak 476,00 ton, sedangkan di Kecamatan Tlanakan kosong.

Ia menjelaskan, total produksi garam rakyat pada musim produksi garam kali ini sebanyak 6.541,25 ton.

“Jumlah produksi ini, berdasarkan pendataan yang kami lakukan hingga 30 Juli 2018 kemarin,” ujar Nurul.

Jumlah total produksi garam itu dari 15 desa penghasil garam yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Galis, Pademawu dan Kecamatan Tlanakan dengan total luas areal tambak 913,5 hektare.

Di Kecamatan Galis, ada empat desa yang menjadi produsen garam, yakni Desa Lembung, Polagan, Konang dan Desa Pandang, dengan luas tambak garam mencapai 458,6 hektare.

Di Kecamatan Pademawu desa yang memproduksi garam tersebar di delapan desa, yakni Desa Dasuk, Bunder, Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagagan dan Desa Baddurih dengan luas tambak garam mencapai 445,4 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Tlanakan, produksi garam di tiga desa, yakni Desa Tlesah, Tlanakan dan Desa Branta Tinggi dengan total luas tambak garam 9,6 hektare.

Dari 15 desa penghasil garam yang tersebar di tiga kecamatan itu, desa dengan luas tambak garam terbanyak ialah Desa Lembung, Kecamatan Galis, yakni 245 hektare dengan total produksi mencapai 1.581,00 ton, sedangkan yang paling sedikit ialah Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, yakni 2,6 hektare dengan total produksi 33,00 ton.

Akan tetapi, sambung dia, dari total produksi garam sebanyak 6.541,25 ton itu, sebanyak 5.770,25 ton diantaranya telah terjual, sehingga persediaan garam yang tersedia hingga kini tinggal 771,00 ton.

“Harganya bervariatif, antara Rp800 ribu hingga Rp1,3 juta per ton, bergantung pada kualitas garam,” katanya, menjelaskan. (MADURAKU.COM)

Baca Juga Berita Lainnya:

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.