25 Ribu Lebih Warga Sampang Belum Memiliki Akta Kelahiran

MADURAKU.COM – Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) Dispendukcapil Kabupaten Sampang Edi Subinto, mengungkapkan ada 25.963 jiwa dari total 219.809 populasi penduduk usia 0-18 tahun di Sampang diketahui belum memiliki dokumen kependudukan berupa akta kelahiran.

“Kami akan mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai intansi, meliputi Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, untuk bersama-sama melakukan pendataan dan pemerataan dalam kepemilikan akta kelahiran,” ujar Edi, Senin (30/7/2018).

Menurutnya, dokumen kependudukan berupa akta kelahiran, sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan yang mewajibkan setiap warga Negara Indonesia wajib melaporkan peristiwa penting dan peristiwa kependudukan, meliputi kelahiran, kematian dan peristiwa kependudukan lainnya.

“Kerja sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, karena bisa pro aktif melapor jika belum memiliki akta kelahiran agar pemerataan administrasi kependudukan ini cepat terealisasi.” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin meminta Dispendukcapil dapat mempermudah pelayanan pembuatan akta kelahiran dengan menjemput bola dan pemerintah desa bisa pro aktif membantu masyarakat.

“Kami minta pelayanan harus dipermudah dan pendaftaran pembuatan akta bisa melalui pemerintah desa, sehingga tidak harus ke kota,” kata politisi Hanura itu.

Syamsul menuturkan, akta kelahiran merupakan dokumen kependudukan yang sah dan wajib dimiliki oleh setiap penduduk. Untuk itu pemerintah harus bisa melayani dengan maksimal, sebab banyaknya penduduk belum memiliki akta kelahiran tersebut karena kurangnya pemahaman terkait manfaat dan fungsi akta kelahiran.

Secara umum, lanjut Syamsul sapaan akrabnya, pemahaman masyarakat terkait pentingnya memiliki akta kelahiran relatif masih rendah. Rata-rata masyarakat akan mengurus dokumen kependudukan atau membuat akta kelahiran manakala dibutuhkan dan mendesak.

“Masih banyak masyarakat yang tidak mengerti mekanisme pembuatan akta kelahiran dan tidak tau manfaatnya, maka harus disosialisasikan dan mempermudah pelayanan,” katanya, menjelaskan. (MADURAKU.COM)

Baca Juga Berita Lainnya:

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.