Hubungan Kemitraan Polres-Wartawan Pamekasan Masih Memanas

MADURAKU.COM – Hubungan kemitraan antara Polres dengan wartawan Pamekasan hingga kini masih terus memanas, meski Kapolres AKBP Teguh Wibowo telah meminta maaf secara terbuka, karena ketiga wartawan yang dikeluarkan dari grup “Kemitraan Polres Pamekasan” belum dimasukkan lagi.

“Saya tidak tahu siapa yang plin-plan dalam hal ini, apakah kapolresnya atau staf humasnya. Kalau kapolres memang serius dengan permasalah ini, seharusnya kita digabungkan kembali dengan grup Mitra Polres Pamekasan. Sampai detik ini kita tetap tidak digabungkan lagi,” ujar reporter Radio Karimata FM Suhil Qodri di Pamekasan, Minggu (15/7/2018).

Reporter Radio Karimata FM yang mengudara pada frekwensi 103,3 FM ini merupakan satu dari tiga wartawan Pamekasan yang dikeluarkan dari grup “Mitra Polres Pamekasan” yang dinyatakan putus kemitraan dengan institusi penegak hukum itu.

Dua wartawan lainnya adalah Hairul Anam dan Tabri Syaifullah Munir dari Koran Harian Kabar Madura. Sebagaima Suhil, Anam dan Tabri hingga Minggu (15/7/2018) pukul 11.37 WIB juga belum dimasukkan ke grup “Mitra Polres Pamekasan” yakni grup whatshApp sebagai wadah komunikasi kemitraan antara wartawan dan institusi itu.

“Jika kapolres menganggap pemutusan kemitraan antara Polres Pamekasan dengan wartasan selesai dan itu terjadi karena salah komunikasi, seharusnya kami yang diputus kemitraannya dikembalikan ke grup,” ujar Suhil.

Suhil dan dua wartawan lainnya, yakni Hairul Anam dan Tabri Syaifullah Munir menduga, permintaan maaf Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo terkait kasus yang menurutnya mis komunikasi itu kemungkinan dua hal.

Pertama, hanya sebatas kamuflase semata, atau kedua, karena tidak diindahkan oleh anak buahnya di staf humas Polres Pamekasan. “Kami lebih condong pada asumsi kedua ini, meskipun ada kemungkinan yang pertama juga bisa terjadi. Buktinya sampai detik ini kami tetap tidak dimasukkan ke grup,” ujar wartawan lainnya Tabri Syaifullah Munir.

Analisis pertama dan kedua itu, karena pemutusan hubungan kemitraan yang dilakukan oleh Humas Polres Pamekasan dalam bentuk tindakan, yakni dikeluarkan dari grup “Kemitraan Polres Pamekasan”, sedangkan tindakan yang menjadi penguat bahwa hubungan kemitraan antara wartawan dengan polres selesai, hingga kini belum terealisasi.

Kasus pemutusan hubungan kemitraan antara Polres Pamekasan dengan wartawan di forum “Mitra Polres Pamekasan” ini berawal saat reporter Radio Karimata FM Suhil Qodri memosting berita pemukulan yang dilakukan oleh AKBP M Yusuf di grup whatshApp “Mitra Polres Pamekasan”.

Tindakan Suhil dinilai melecehkan institusi oleh staf Humas Polres Pamekasan Brigadir Dedy Dwi Purnomo, sehingga yang bersangkutan langsung dikeluarkan dari grup, tanpa konfirmasi lebih dahulu.

Padahal menurut Suhil tujuannya, agar kasus serupa tidak terjadi di Pamekasan, karena tindakan AKBP M Yusuf melanggar hukum, yakni memukul perempuan paruh baya terduga pencuri di tempat umum.

Tabri dan Anam yang memprotes atas kebijakan Brigadir Dedy juga dikeluarkan dari grup yang dinyatakan putus kemitraan dengan institusi Polres Pamekasan. (MADURAKU.COM)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.