Bocah SD di Sampang Madura Terserang Tumur Ganas

Bocah penderita tumur ganas di Sampang, Madura, Jawa Timur

MADURAKU.COM – Mohammad Rian (11), anak pertama dari pasangan Juhari (46) dan Samiyah (45), warga Dusun Krampon Tengah, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sudah hampir tiga bulan terbaring lemas karena serangan tumor ganas dibagian perut sebelah kanannya.

Rian mulai merasakan sakit sejak Agustus 2017 lalu. Bocah yang kini duduk dibangku kelas V Sekolah Dasar (SD) itu awalnya merasakan nyeri dibagian punggung kanan hingga bagian perut.

“Seusai mengikuti latihan gerak jalan Agustus itu Rian terjatuh dan merasakan agak nyeri, karena khawatir akhirnya dibawa ke tukang pijat dan disarankan diobati medis karena sudah ada benjolan kecil di dalam perut kanannya,” ujar Samiyah ibu Rian ditemui di rumahnya, Kamis (21/6/2018).

Keluarga pun membawa Rian ke RSUD Sampang. Rumah sakit plat merah itu merujuk Rian ke rumah sakit di Pamekasan. Saat itu, dokter memvonis Rian terkena tumor ganas setelah dilakukan uji laboratorium.

Kemudian, pada Maret 2018 keluarga membawa Rian ke rumah sakit Surabaya. Proses operasi pun berlangsung. Namun, dokter menyarankan kembali melakukan perawatan medis dengan Kemoterapi atau kemo.

“Sempat dioperasi dengan jaminan BPJS Kesehatan, tapi setelah operasi itu tidak dilakukan kemo atau semacam cuci darah,” kata Samiyah dengan mata berkaca-kaca.

Karena keterbatasan biaya, keluarga tidak melakukan rekomendasi dokter. Sebab, biaya kemo harus dikeluarkan keluarga kurang mampu ini sebesar Rp 1 juta lebih.

Pada bulan Mei, benjolan tumor kembali membengkak di bagian perut Rian. Keluarga menduga, tumor masih menyerang tubuh Rian karena proses kemo tidak dilakukan.

“Dua bulan dari pasca operasi justru ada benjolan lagi, awalnya benjolan di dalam perut, sekarang benjolan agak keluar di bagian perut kanan,” ungkapnya.

Kini, Rian hanya terbaring lemas dan tidak bisa sekolah lagi. Keluarganya hanya bisa mengobati Rian dengan pengobatan alamiah. Namun, hal itu ternyata tidak bisa menyembuhkan penyakit Rian.

“Sekolah sudah tidak bisa, hanya waktu ujian akhir semester pihak sekolah mengantarkan lembaran ujian ke rumah,” jelasnya.

Samiyah berharap Rian bisa kembali berobat ke rumah sakit. Keluarganya juga berharap ada uluran tangan baik dari pemerintah atau donatur sehingga anak pertamanya ini bisa terobat.

“Tapi bagaimana mau bawa ke dokter, untuk makan kami saja pas-pasan, saat ini kami hanya bisa pasrah dan terus merawat Rian,” katanya. (MADURAKU.COM)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.