Polda Jatim Usut Kasus Bentrok Pamekasan

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat menyampaikan keterangan pers tentang pengusutan kasus bentrok Ormas Islam dengan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan.

MADURAKU.COM – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), akan menindak tegas siapapun, atau kelompok manapun, yang sengaja melakukan tindakan atau aksi sweeping yang terjadi di Desa Ponteh, Kecamatan Galias, Pamekasan, Madura pada 19 Januari 2018.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan, Kapolda Jatim menginstruksikan bahwa tidak ada satupun ormas yang dapat melakukan upaya upaya paksa terhadap orang lain maupun kelompok lain. [Baca Juga: LPI Bentrok dengan Warga Saat Sweeping Tempat Prostitusi]

“Apapun bentuknya, hanya Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diberikan hak dan wewenang oleh Undang Undang, untuk melakukan upaya upaya paksa, melakukan penangkapan,” katanya, seperti dilansir situs rri.co.id, Rabu (24/1/2018).

Oleh karena itu, Kapolda dengan tegas untuk melakukan penegakan hukum secara pasti. Siapa yang melakukan tindakan aksi sweeping tersebut, tambah Barung harus dituntut secara hukum.

“Ini kepastian yang kami sampaikan kepada publik,” katanya, menambahkan. [Baca Juga: Data Korban Bentrok Laskar Islam Pamekasan Bertambah]

Situasi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan pascabentrok antara Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan dengan warga desa.

Seperti diketahui, adanya aksi penyisiran Laskar Pembela Islam (LPI) yakni lembaga yang bernaung di bawah Front Pembela Islam (FPI) itu berujung bentrok dengan warga yang menolak. Akibatnya, sepuluh orang mengalami luka termasuk ibu rumah tangga dan anak-anak. [Baca Juga: Bentrok LPI-Warga di Ponteh Menyisakan Trauma Bagi Anak-anak]

“Untuk korban, kita memberikan pelayanan secepatnya, dan kemudian pejabat utama Polda Jatim sudah berkunjung ke Pamekasan langsung untuk melakukan koordinasi dengan Polres,” katanya, menambahkan.

Kombes Pol Frans Barung mengatakan, aksi penyisiran itu dilatarbelakangi adanya dugaan bahwa di Desa Pontoh terjadi praktik prostitusi ilegal.

“Kami minta dan berharap kepada seluruh masyarat Jawa Timur, untuk tidak melakukan tindakan tindakan diluar daripada hukum yang berlaku terhadap orang lain,” katanya.

Saat ini, sambung dia, polisi sudah mengantongi beberapa bukti dalam kasus bentrokan tersebut. Sejumlah barang bukti itu antara lain pecahan kaca mobil LPI yang dirusak warga, beberapa pentungan yang diduga dibawa LPI saat penyisiran, serta alat serbuk cabai yang digunakan pasukan LPI saat melakukan sweeping di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan tersebut. (MADURAKU.COM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.