Data Korban Bentrok Laskar Islam Pamekasan Bertambah

Situasi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan pascabentrok antara Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan dengan warga desa.

MADURAKU.COM – Data korban akibat kejadian bentrok antara ormas Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan dengan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, bertambah dari sebelumnya lima orang menjadi 10 orang.

“Sebab, dari pihak warga ada juga yang menjadi korban saat peristiwa bentrok yang terjadi Jumat (19/1) kemarin,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo kepada media di Pamekasan, Minggu (21/1/2018).

Ia mengemukakan hal tersebut, menjelaskan tindak lanjut pengusutan kasus tersebut yang ditangani tim penyidik Polres Pamekasan.

Menurutnya, kasus bentrok antara Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan dengan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan yang menyebabkan sepuluh orang luka-luka itu, akibat aksi penyisiran yang dilakukan ormas Islam tersebut.

“Kami telah mengantongi sejumlah barang bukti terkait bentrok yang terjadi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan itu,” ujar Hari Siswo.

Sejumlah barang bukti yang telah dikantongi petugas, menurutnya adalah pecahan kaja mobil LPI yang dirusak warga, beberapa pentungan yang diduga dibawa Laskar Pembela Islam saat penyisiran, serta alat serbuk cabai yang digunakan pasukan LPI saat melakukan penyisiran.

Berdasarkan data petugas, kelima orang warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan yang menjadi korban dalam kasus bentrokan itu semuanya warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan. (MADURAKU.COM)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.