Raja’ie Ingin Petani Lebih Berdaya

Bakal Calon Bupati Pamekasan Raja’ie saat bersama petani.

MADURAKU.COM – Bakal Calon Wakil Bupati Pamekasan Raja’ie menginginkan agar para petani lebih berdaya dan memiliki posisi tawar lebih baik, serta berdaya saing, sehingga potensi ekonomi di bidang pertanian bisa lebih baik pula.

“Selama ini petani cenderung ditempatkan dalam posisi yang kurang diperhatikan, dan daya tawarnya lemah,” kata Raja’ie kepada media saat berpamitan dan meminta arahan kepada sejumlah petani di wilayah Pantura Pamekasan, bahwa dirinya akan maju mendampingi Bakal Calon Bupati Pamekasan Badrut Tamam, pada Pilkada Pamekasan 2018. [Baca Juga: Sharla Martiza Dukung Ra Badrut Jadi Bupati Pamekasan]

Kepala Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan ini menjelaskan, untuk memujudkan itu semua, memang perlu adanya langkah nyata. Seperti peningkatan keterampilan, dan pembinaan yang terarah, disamping peningkatan wawasan melalui berbagai jenis pelatihan dan keterampilan.

Penguatan organisasi petani, serta kemitraan terarah antara petani dan pengusaha, perlu dijalin lebih inten, mengingat, sejatinya antara petani dan pengusaha adalah saling membutuhkan. [Baca Juga: Dukungan Terhadap Calon Bupati Berbaur Terus Mengalir]

Raja’ie menyatakan, upaya penguatan organisasi petani, sebenarnya telah dilakukan pemerintah, melalui pembentukan kelompok tani di masing-masing dusun yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

Hanya saja, sambung dia, belum semua organisasi kelompok tani yang ada di Pamekasan bisa menggerakkan roda organisasi yang mengarah pada upaya peningkatan posisi tawar. “Kedepan, saya kira perlu adanya perhatian yang lebih serius terhadap upaya meningkatkan posisi tawar petani tersebut, disamping pentingnya memadukan keinginan yang seirama antara petani dengan pengusaha,” katanya, menjelaskan.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, di Kabupaten Pamekasan, pekerjaan mayoritas masyarakat adalah petani. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi dari hasil pekerjaan yang mayoritas tersebut belum optimal dan salah satunya, karena lemahnya posisi tawar petani, disamping tidak adanya kesepakatan kerja sama terintegratif antara petani dengan pengusaha.

“Kedepan, saya kira perlu adanya dorongan, bagaimana kemitraan terintegratif ini bisa lebih maksimal, dan tentunya upaya akan mudah terwujud apabila menjadi perhatian pihak berwenang, dalam hal ini adalah pemerintah,” kata Raja’ie. (MADURAKU.COM-1)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.