Hidup Rahem Berakhir di Tanah Sengketa Setelah Hakim PA Sumenep Gelar PS

SUMENEP – Pak Rahem, 49 tahun, warga Desa Karang Anyar Kalianget Sumenep akhirnya meninggal dunia di atas tanah sengketa di Dusun Podak Desa Kacongan Kec. Kota Kab. Sumenep karena lambat mendapat pertolongan hari ini, Jumat (12/05/17).

Pak Rahem adalah suami dari Mamlu’atun, menantu dari Sarkiya yang merupakan salah satu Tergugat dalam perkara No. 663/Pdt.G/2016/PA.Smp.

Sebagai satu-satunya lelaki yang tinggal bersama mertua, Pak Rahem selalu membantu mertua dan isterinya yang digugat oleh Massurah, dkk melalui kuasanya Moh. Jamaluddin dan Nurul.

Pada saat Pemeriksaan Setempat perkara No. 663/Pdt.G/2016/PA/Pmk kondisi Pak Rahem baik-baik saja, namun setelah PS ditutup oleh majelis hakim Pak Rahem duduk di atas tempat sejenis saung pinggir tanah sengketa dan mengatakan panas, namun beberapa detik kemudian tiba-tiba tidak sadarkan diri dan ngorok.

Ketika Kepala Desa Kacongan, Kuasa dari Penggugat-Penggugat, dua orang Hakim PA Sumenep dan Panitera Pengganti lewat di depan Pak Rahem yang duduk tidak sadarkan diri seseorang bernama Nur Hayati teriak minta agar Pak Rahem ditolong, namun Kepala Desa Kacongan bilang, dia hanya kecapean, ga perlu digotong, mereka pergi begitu saja dan mengabaikan Pak Rahem.

Nasib Pak Rahem sungguh dramatis, di atas tanah sengketa hanya ada mertuanya yang menemani, lalu datang Kuasa Hukum Tergugat-Tergugat bernama Sulaisi yang menghampiri Pak Rahem dengan menyatakan mengapa tidak ditolong, namun rombongan Penggugat dan dari Pengadilan Agama pergi begitu saja.

Beberapa menit kemudian datang isteri Pak Rahem, lalu meminta pertolongan warga yang sedang menggarap sawah, sehingga kurang lebih setengah jam kemudian Rahem digotong ke jalan raya oleh warga yang berjumlah sekitar 7 orang. Karena tanah sengketa jaraknya sangat jauh, sehingga sangat sulit mendapatkan tumpangan kendaraan, hanya ada satu kendaraan dari Pengadilan Agama Pamekasan yang bisa diharapkan, namun mereka bergegas begitu saja.

Sekitar 1 jam kemudian datanglah mobil yang sengaja dipanggil untuk melarikan pak Rahem ke RSUD H. Moh. Anwar Kab. Sumenep, namun setiba di RSUD nyawa Pak Rahem sudah tidak tertolong lagi. Innalillahi wainna ilaihi roji’un, selamat jalan Pak Rahem (CATATAN MADURAKU.COM).

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.