Pengelolaan Keuangan Desa Paling Transparan di Pamekasan

Kepala Desa (Kades) Waru Barat Abdussalam Ramli, penerima PWI Pamekasan Award 2017, kategori Desa dengan Pengelolaan Keuangan Paling Transparan.

MADURAKU.COM – Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, berhasil meraih PWI Pamekasan Award 2017 dengan katagori Desa dengan Pengelolaan Keuangan Paling Transparan.

Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2017 desa Waru Barat dinyatakan transparan. Bahkan, Kepala Desa (Kades) Waru Barat Abdussalah Ramli memajang kegiatan belanja desa yang dioperasikan untuk menggerakkan desa itu di papan pengumuman agar mudah diketahui masyarakatnya.

Di Desa Waru Barat, pendapatan desa mencapai Rp1.696.473.370. Bidang pembelanjaannya meliputi, bidang penyelengara pemerintahan desa Rp410.016.958, bidang pembangunan desa Rp1.087.543.303, bidang pembinaan masyarakat Rp52.749.125, bidang pemberdayaan masyarakat Rp138.32.500, dan bidang tak terduga Rp10.000.000.

Desa yang dipimpin alumnus S-1 Fisika FMIPA Universitas Brawijaya Malang tersebut, memperlihatkan sebuah tata kelola pemeritahan desa yang akuntabel dan transparan.

Dari segi transparansi, kades yang pernah meraih gelar tokoh muda terpopuler versi sebuah media harian di Madura tersebut, memulainya justru sejak sebelum menjadi kepala desa. Sembilan bulan sebelum pilkades, saat pencalonannya, dia telah memaparkan visi-misi yang disebut Pakta Dasawarsa (desa bersatu, waru barat sejahtera dan amanah).

“Saya akan mengundurkan diri jika visi dan misi yang tertuang dalam pakta dasawarsa tidak terlaksana selama satu tahun,” tutur pria dengan dua anak tersebut.

Suami Failasufiyah itu mencoba meneggakkan prinsip check and balance dengan cara membentuk badan pemberdayaan desa (Bappedes) dan mengoptimalkan Badan Pemberdayaan Desa (BPD) setempat.

“Bappedes terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan unsur babinkamtibmas,” tuturnya.

Tidak hanya itu, jika bupati Pamekasan melancarkan program Bunga Desa, kades Waru Barat ini punya spesifikasi program unggulan Kembang Desa (Kepala Desa Bangun Desa), dengan kegiatan Mantap (Master Plan Tata Kelola Pembangunan) Desa, 3G (Gebrak, Gebyar, Gempar), Kawan (Kepala Desa Mewarnai), pelayanan desa prima “Same Sae”, dan penerbitan majalah “surga desa”.

Melalui Gebrak, telah terjadi peningkatan produktivitas UKM di Waru Barat. Sementara Gebyar, merupakan gerakan solidaritas terhadap masyarakat pra sejahtera, terutama bagi masyarakat yang luput dari bantuan pemerintah (tidak ter-cover dalam DPM RTS).

Sebagai sistem yang berbasis layanan publik, Pemerintah Desa Waru Barat juga memiliki program ke-4, Pelayanan Prima Senin-Minggu yang disebut dengan “Same Sae”. SAME SAE merupakan akronim Samenit Mareh, Sadheje Epalastareh. (MADURAKU.COM-1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s