Musdalub Golkar Pamekasan: Tatang Walk Out, Wawan Menang

Penyèrahan panji Partai Golkar dari DPD Golkar Jatim kepada Rize Ikhwan Muttaqin, ST (Ketua Terpilih DPD Partai Golkar Pamekasan).

MADURAKU.COM – Musda Luar Biasa DPD Partai Golkar Pamekasan yang digelar di DPD Golkar Jawa Timur hari ini (13/04/17) diwarnai aksi walk out.

Ketika Rapat Paripurna I baru dimulai Pimpinan sementara yang dipimpin HRB. Zainal Arifin, S.H., M.Hum berlangsung khidmat sampai jadwal acara disahkan.

Setelah beranjak pada pembahasan mengenai Tatib Musdalub, Ach. Tatang, salah satu peserta interupsi dan menyatakan keberatan dengan Tatib Pasal 5 ayat 1 poin e dan f tentang tentang peserta Musdalub dari unsur pimpiman Ormas Pendiri (SOKSI, KOSGORO 1957, dan Ormas MKGR) Pamekasan serta unsur pimpinan Ormas yang didirikan (AMPI, MDI, HWK, AL-HIDAYAH, dan Satkar Ulama) Pamekasan.

Tatang (panggilan akrab Ach. Tatang) yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar Kab. Pamekasan itu keberatan karena menurutnya ormas tersebut tidak pernah melaksanakan Musda.

Selain itu, Tatang keberatan karena peserta tidak ada unsur Pengurus Desa dan meminta agar Musdalub ditunda karena hal itu dinilai bertentangan dengan AD/ART hasil Munaslub Bali sembari mengancam jika dilanjutkan hal itu dapat digugat ke Mahkamah Partai dan PTUN.

Setelah Tatang interupsi disusul oleh Sulaisi, S.H.I., M.I.P., yang meminta agar pendapat Tatang diabaikan karena tidak berdasar hukum. Menurut Sulaisi, urusan ormas  Hasta Karya mau Musda atau tidak itu  bukan urusan Golkar, itu urusan internal ormas pendiri dan yang didirikan, jika ada mandat maka jelas tidak ada masalah di internal ormas Hasta Karya.

Sulaisi menegaskan agar peserta Musdalub  jangan mau dibodohi mengenai ancaman Tatang mengenai potensi sengketa di PTUN, karena urusan Musdalub tidak termasuk objek sengketa PTUN. Menurut Sulaisi, objek sengketa PTUN itu beschiking, yaitu sengekta mengenai kebijakan tetulis oleh pejabat Tata Usaha Negara, Golkar ini bukan pejabat TUN, jangan mau dibodohi peserta ini, teriak Sulaisi dengan lantang.

Setelah Sulaisi selesai menjelaskan tiba-tiba Tatang protes dan menyatakan siapa Sulaisi ini, apakah dia punya hak bicara, kan dia sudah mengundurkan diri dari kepengurusan, saya punya buktinya. Karena sikap Tatang arogan akhirnya pimpinan menanyakan peserta Musdalub, apakah Tatib ini akan dilanjutkan, ternyata mayoritas peserta berteriak, lanjutkan.

Setelah sidang dilanjutkan Tatang tiba-tiba walk out diikuti oleh Pimpinan Kecamatan Galis, Tlanakan dan Batumarmar. Yang sangat disayangkan menurut Sulaisi, Tatang selaku Ketua Fraksi Partai Golkar bersikap arogan dan walk out, padahal dia adalah petugas partai di Fraksi dan Musdalub adalah forum tertinggi di tingkatan DPD Partai Golkar Pamekasan, tapi Tatang tidak mau menghormati, padahal pendapatnya tidak berdasar hukum.

Selang beberapa pembahasan, akhirnya sampai pada tahap pemilihan dan Rize Ikhwan Muttaqin, ST dinyatakan secara sah menjadi Ketua DPD Partai Golkar Pamekasan swcara aklamasi (SA_MADURAKU.COM).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s