Mohammad Rofiuddin: Pengabdi Terdidik Membangun Desa

Kepala desa (Kades) Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Mohammad Rofiuddin menerima penghargaan pengabdi terdidik membangun desa oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan.

MADURAKU.COM – Kepala desa (Kades) Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Mohammad Rofiuddin, dinobatkan sebagai pengabdi terdidik membangun desa oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan.

PWI Pamekasan menganugerahkan Mohammad Rofiuddin sebagai pengabdi terdidik membangun desa tidak lepas dengan perannya di bidang pendidikan dan pemerintahan desa.

Rofiuddin mengabdi di bidang pendidikan sejak 2018. Pada waktu itu, ia langsung dipercaya menjadi kepala sekolah SMP Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar. Pengabdiannya di dunia pendidikan, diakuinya adalah cita-cita sejak kecil.

Sebagai kepala SMP, Rofiuddin juga melanjutkan kuliah S2 di STIE Mahardika tahun 2009 dengan konsentrasi manajemen. Tujuannya, tiada lain untuk mengembangkan lembaga pendidikan yang dia ampunya.

Pengabdiannya yang tulus, kesuksesannya memimpin lembaga pendidikan, membuatnya dipercaya oleh masyarakat Potoaan Daya untuk menambah ladang pengabdian sebagai Kepala Desa.

Jabatan itu, diakuinya tidak pernah dia impikan. Jabatan tersebut tidak ada dalam kamus hidupnya bahwa akan menjadi kepala desa. Rufiuddin kuliah jurusan perbandingan Mazhab dan Hukum di UIN Sunan Kalijaga.

Meski begitu, Rofiudin tidak setengah-tengah dalam mengabdikan dirinya sebagai kepala desa. Tanggung jawab memimpin 3.304 warga yang tersebar di 4 dusun dan menghuni wilayah seluas Luas 1.275 hektar, Rofiudin melakukan banyak pengembangan di desanya.

Sudah setahun lebih Rofiudin memimpin desa Potoan Daya Kecamatan Palengaan. Tahun 2016 lalu, APBDes mencapai lebih dari 1 miliar rupiah. Tidak heran, jika desa tersebut saat ini memiliki 2 BUMDes yang sudah berjalan dan satu BUMDes yang sedang dipersiapkan di tahun ini.

4 kelompok tani, 4 posyandu, Karang Taruna, Remaja Masjid, Koperasi Wanita diayomi dengan baik sehingga perjalanan desa Potoan Daya sangat dinamis. Peran serta pemuda juga diayomi melalui Asosiasi Pelajar Desa potoan Daya (APDA).

Status sebagai orang terpelajar dengan prestasi jenjang akademik summa cumlaude, tidak membuatnya gengsi untuk mengabdi di tingkat desa. Pemikirannya bahwa desa adalah soko guru dari bangsa ini, dan kemampuannya memanaj pemerintahan desa dengan baik.

Atas pengabdiannya di dunia pendidikan dan di desanya, membuat PWI Pamekasan jatuh hati dan memberikan apresiasi berupa pengharagaan kepada Rofiuddin. Penghargaan diserahkan dalam acara puncak HPN dan PWI Awards Pamekasan 2017, di Pendopo Ronggosukowati, Senin malam (3/4/2017).

Ketua PWI Pamekasan, Abd. Aziz mengatakan, pemberian penghargaan tersebut telah melalui proses dan penilaian sesuai dengan kategori yang ditentukan. Dalam penilaiannya PWI melibatkan sejumlah lembaga profesional.

“Penilaianya melalaui proses panjang dan kami melibatkan lembaga profesional,” kata Abd. Aziz. (MADURAKU.COM-1)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.