Luis Carlos, Sang Bintang Yang Tak Lagi Terang

luis-carlos-pwiMADURAKU.COM – Nama Luis Carlos Junior sangat terkenal dan akrab di dunia sepak bola Tanah Air, saat kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 berlangsung. Pesepak bola asal Negara Brazil, menjadi buah bibir para maniak bola setelah mampu mencetak gol terbanyak selama kompetisi berlangsung.

Bergabung dengan Barito Putro, pamor pemain kelahiran 23`April 1990 itu, kian terlihat cemerlang, apalagi mampu mengoleksi 17 gol selama bermain di ISC 2016, dan tercatat sebagai top skor di musim itu.

Nama dan prestasi yang membanggakan inilah yang menarik minat manajemen Madura United FC untuk menggaet sang bintang, menggantikan posisi striker sebelumnya Pablo Rodriquez Aracil. Persepsi umum Carlos lebih baik dari Pablo, tentu jamak menjadi persepsi asal semua orang. Sebab, dari sisi koleksi gol, Luis Carlos memang lebih banyak. Apalagi, menjelang akhir kompetisi ISC, Pablo sudah mandul gol.

Dari sisi pengalaman bermain, Junior memang cukup memiliki pengalaman. Pada 2007 ia dipercaya membela timnas Brasil U-17 yang bermain di Pan Amerika Games dan mampu menyumbangkan 1 gol kala itu. Baru pada 27 April 2016 dia resmi dikontrak oleh Barito Putera.

Dari klub inilah, sinar bintang Luis Carlos Junior terlihat semakin terang. Apalagi selama kompetisi ISC 2016, ia juga mencatatkan 2 Hattrick dari 17 gol dan tercatat sebagai striker utama dan paling subur di klub sepak bola berjuluk “Laskar Antasari” itu.

Junior bahkan masuk ke tiga besar pencetak gol terbanyak di ISC, di bawah penyerang Alberto Goncalves dari Sriwijaya FC dengan 25 gol dan Marcel Sacramento dari Semen Padang FC dengan 21 gol. “Skill Junior komplit, sesuai dengan karakter tim yang akan kami bentuk,” kata Manajer Madura United FC Haruna Soemitra dalam sebuah kesempatan.

Seolah gayung bersambut, Luis Carlos Junior, akhirnya bergabung dengan tim berjuluk “Laskar Sapeh Kerrap” ini, dan langsung diterjunkan di Piala Presiden 2017. Tapi di Tanah Garam ini, bintang sang Junior memang tak seterang di Barita Putra.

Sebutan tiga besar top skor saat ISC 2016, justru tidak terlihat sama sekali. Junior tak ubahnya pemain Madura United lainnya, dan tidak lebih baik dari Pablo Rodriquez Aracil. “Dia merasa tidak percaya diri saat diberi bola dan itu, karena di Madura United ini para pemain disemua lini bagus, sedang di Barita semua bertumpu padanya. Begitu pengakuan Luis kepada kita,” kata Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi dalam sebuah dialog di Radio Karimata FM.

Di Barita Putro Luis Carlos bisa saja menjadi bintang bersinar terang, tetapi ketika banyak bintang, sinar yang dulu terang di tengah sedikit bintang kecil itupun, tidak akan memiliki nilai lebih.

Lalu akankah sang bingtang terang diatara bintang-bintang kecil ini masih bisa bertahan diantara banyak bintang besar? Evaluasi dan pertimbangan matang manajemen dan pelatih untuk meramu klub yang kompak, profesional dan bermental juara, tentu akan menjadi pertimbangan utama. (MADURAKU.COM-1)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.