Abuya Busyro Karim (Bupati Sumenep) Share ini di Komunitas FORSIP

1images.jpg

Sumber foto: josstoday.com

FORSIP adalah singkatan dari Forum Silaturrahiem Sumenep yang berkantor di Jakarta, saat ini dipimpin oleh Bapak Chandra Kuwatly. Pengurus FORSIP terdiri dari berbagai tokoh nasional dan berbagai latar belakang, baik akademisi, pengusaha, birokrat, aparat kepolisian, jaksa, hakim, penulis, seniman, musisi dan tokoh agama yang berasal dari Sumenep Madura.

Organisasi ini mendapat atensi dan support moril dari figur-figur penting asal Sumenep Madura. Pada suatu pagi sekitar jam 3.14 WIB dini hari, KH A. Busyro Karim, MSi (Bupati Sumenep) ajak komunitas FORSIP shalat tahajjud sembari nge-share khabar berikut:

“Sekelumit Khabar dari Kawan di Arab Saudi :

KENAPA RUMAH SAKIT DI MAKKAH SEPI

Di Makkah Rumah Sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia, Memang beda dan tidak sama, yang membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya.

Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang
Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:

Bila kami sakit,
*ikhtiar pertama* yg kami lakukan ialah
solat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dengan izin dan kasih sayangNya.
Kalau belum sembuh,

*Ikhtiar ke-dua*
Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga,
Kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

*Ikhtiar ke-tiga*
Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

*Ikhtiar ke-empat*
Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.
Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

*Ikhtiar ke-lima*
Yaitu minum madu dan habbatussauda ‘.

*Ikhtiar yang ke-enam*
Yaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran.
Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.

Jika belum sembuh, baru kami *ikhtiar ke-tujuh* yaitu pergi ke dokter muslim yang soleh.
Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah.
Semoga bermanfaat……(Ngireng Tajjud)”

Semoga dakwah Abuya beri inspirasi bagi umat muslim pada komunitas Forsip khususnya dan masyarakat Sumenep umumnya. Barokallah!! (SA_MADURAKU.COM).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s