Penghinaan Terhadap Jurnalis

IMG-20161229-WA0042 (2).jpg

MADURAKU.COM- Seorang wartawan media online limadetik.com, Fathol Arifin, melaporkan perbuatan seorang satpam kantor Bulog Sub Divre XII Madura Pamekasan pada hari ini (29-12-2016).

Dalam Press Releasenya Fathol Arifin mengaku disebut “wartawan taeh” (wartawan tai) oleh seorang satpam kantor Bulog Sub Divre XII Madura Pamekasan berinisial EN pada saat hendak meminta klarifikasi terhadap pejabat bulog terkait dengan jumlah total pasokan beras miskin di Madura.

Inilah isi dari Press Release Fathol Arifin:

Assalamualaikum , War. Wab.

Rekan rekan wartawan senasib seperjuangan yang saya hormati,

Sehubungan dengan pernyataan salah satu satpam di kantor Bulog Sub Divre XII Madura Pamekasan ,  berikut ini saya sampaikan beberapa hal:

  1. Pada hari ini, Kamis 29 Desember 2016 sekitar jam 09.00, saya bersama rekan saya atas nama Akhmad Syafi’ih datang ke kantor Bulog yang beralamat di jalan raya Panglegur, pada saat masuk ke dalam kantor, suasana ramai karena akan dilaksanakan kegiatan maulid Nabi Muhammad Saw.
  2. Saya datang bermaksud untuk konfirmasi berita terkait pendistribusian bulog se Madura pada tahun 2016 karena tugas pimpinan redaksi (pimred), ketika bertanya kepada karyawan yang ada, berdasarakan informasi pimpinan  sedang rapat ke Surabaya.  Lalu saya menunggu petugas lain yang bertugas di pendistribusian, namun yang  bersangkutan masih sibuk mengurus  kegiatan Maulid.
  3. Saya berinisiatif untuk menunggu agar tidak berlarut-larut waktunya mepet, sehingga meminta izin kepada salah satu karyawan yang tidak saya ketahui namanya menyampaikan akan menunggu hinga acara selesai, beliau mengizinkan.
  4. Atas pernyataan itu akhirnya saya keluar, duduk di sebelah selatan depan pintu masuk bersama rekan saya.
  5. Berhubung acara akan dimulai, seluruh yang diluar diminta untuk masuk ke ruangan acara maulid oleh satpam atas nama Khairul Amin.
  6. Sementara, saya dan rekan saya yang duduk ditanyakan ada keperluan apa
  7. Saya menjawab kepadanya (satpam), mau konfirmasi berita dan mau menunggu hingga acara maulid selesai, namun dia tidak mengizinkan dengan alasan keamanan dan pintu gerbang di depan akan dikunci, sayapun menunjukkan id card untuk memastikan bahwa saya berkepentingan untuk meliput berita, namun satpam itu marah-marah dan memaksa saya dan rekan saya untuk keluar.
  8. Bahkan, perkataan kotor yang tidak selayaknya dilontarkan akhirnya keluar dari mulut pak satpam itu yang menyebut “WARTAWAN TAEH”, dan mengira saya dan temen wartawan dikwatirkan “MENCURI”.
  9. Satpam itu juga menyatakan, banyak wartawan yang memaksa ingin bertemu pimpinan , tiada lain dalam fikirannya itu adalah uang-uang dan uang.
  10. Bahkan, satpam itu menantang dan akan bertindak jika tetap tidak keluar dari area kantor bulog.

Pernyataan tersebut diatas secara tidak langsung telah melecehkan profesi wartawan yang dikatakan demikian karena seorang jurnalis/wartawan telah dilindungi haknya oleh undang-undang dalam meliput sebuah berita tercantum berdasarkan UUD 1945 yaitu ; Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Oleh karena itu, saya menuntut perkataan seorang satpam tersebut diatas yang sudah mengganggu, mengusik dan mencederai demokrasi kewartawanan dalam meliput berita sesuai dengan perundang-undangan yang diberlakukan.

Demikian press release saya buat, semoga kita semua  senantiasa  dalam lindungan Allah SWT.

Pamekasan, 29 Desember 2016

Saya,

 

Fathol Arifiin.

Setelah membuat Press Release, Fathol Arifin langsung bergegas ke Polres Pamekasan untuk melaporkan perbuatan EN tersebut kepada pihak berwajib. (SA-Maduraku.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s