Pemuda Palembang Telantar di Sampang Madura

oleh -

Pemuda telantar asal Palembang diserahkan polisi ke Dinsosnakertrans Sampang, Madura, Senin (28/11/2016)
Pemuda telantar asal Palembang diserahkan polisi ke Dinsosnakertrans Sampang, Madura, Senin (28/11/2016)

MADURAKU.COM – Seorang pemuda asal Palembang, telantar di Kabupaten, Sampang, Madura, dan kini pemuda itu telah diserahkan ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat.
Anggota Polres Sampang Senin (28/11/2016) mengantarkan pemuda itu ke Dinsosnakertrans agar dipulangkan ke tempat asalnya di Palembang.
Kasus pemuda 19 tahun itu diketahui telantar setelah diantarkan oleh warga ke Kecamatan Torjun dan pihak kecamatan mengantar yang bersangkutan ke Mapolres Sampang.
Pemuda laki-laki berumur 19 tahun ini mengaku sudah berangkat dari Palembang sekitar dua minggu yang lalu dengan maksud mencari ibunya. Kabarnya, ibu pemuda itu berada di Soccah, Bangkalan.
Selama tiga hari tiga malam, pemuda ini berjalan kaki, mencari alamat ibunya di Socah, Bangkalan. Namun sesampainya ke lokasi dimaksud, warga sekitar mengatakan bahwa ibunya telah pindah ke Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.
Keinginan untuk bertemu dengan ibu kandungnya tidak menyurutkan semangat pemuda ini. Maka iapun menjual pakaiannya untuk keperluan ongkos menuju Torjun Sampang, karena selama berada di Socah, pemuda ini tidak memiliki uang sama sekali karena kehabisan uang saku untuk
Akan tetapi nasib malang kembali menimpa pemuda ini, karena alamat yang diberikan oleh warga Socah, Bangkalan merupakan alamat palsu.
Warga yang mengetahui penderitaan pemuda ini, akhirnya mengantar pemuda tersebut ke Kantor Kecamatan Torjun. Akhirnya Minggu malam (27/11/2016) pihak Kecamatan Torjun mengantar pemuda malang tersebut ke Mapolres Sampang untuk selanjutnya dilakukan tindakan dan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sampang.
Selanjutnya pada Senin pagi (28/11/2016), sekitar pukul 09.00 WIB tiga anggota Polres Sampang mengantarkan pemuda malang tersebut ke Kantor Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi agar difasilitasi pulang ke rumah asalnya di Palembang. (Maduraku-1)